Ratusan Demonstran Padati Kota London Tolak Brexit

Ratusan orang di London mekukan demon
Nurhadi Pratomo | 26 Maret 2017 03:23 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Ratusan orang mengadakan long march menuju kota London, Inggris, untuk memprotes kebijakan negara itu meninggalkan Uni Eropa.

Aksi tersebut dilakukan empat hari jelang Theresa May secara resmi menjalankan proses pemisahan dari Uni Eropa. Inggris telah bergabung dengan blok tersebut sejak 44 tahun silam.

Para demonstran melanjutkan long march dengan mengadakan orasi di Parliament Square. Lokasi tersebut memakan empat korban akibat serangan seorang pria paruh baya kelahiran Inggris.

Sebelum melakukan orasi, para demonstran mengheningkan cipta untuk menghormati korban yang tewas dalam serangan tersebut. Kibaran bendera dan spanduk Uni Eropa mengiringi aksi tersebut.

Salah satu pemimpin aksi asal Bristol, wilayah barat Inggris, Joss Dennis mempertanyakan hasil referendum yang diadakan oleh negaranya.

“Di wilayah kami 62% menyatakan untuk tidak meninggalkan Uni Eropa. Kami heran mengapa persentase tersebut tak dihiraukan oleh parlemen,” ujar Joss pada Sabtu (25/3) waktu setempat.

Dia menilai bahwa kita akan kehilangan banyak hal dengan kebijakan tersebut. Beberapa yang disebutnya yakni lingkungan, politik, dan finansial.

Seperti diketahui, Perdana Menteri May bersikukuh tetap menjalankan rencana Brexit yang akan dimulai pada Rabu (29/3) pekan depan. Langkah tersebut merupakan awal dari pemisahan secara penuh yang akan selesai dalam waktu dua tahun. (Reuters)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uni eropa, Brexit

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top