DPR: Peningkatan Kuota Haji Harus Disertai Tambahan Petugas

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh P. Daulay mengatakan peningkatan kuota haji Indonesia harus disertai dengan penambahan jumlah petugas yang berkonsekuensi pada penambahan anggaran
John Andhi Oktaveri | 21 Maret 2017 19:12 WIB
Sejumlah pengantar melepas calon haji asal Kabupaten Pekalongan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (10/8/2016). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh P. Daulay mengatakan peningkatan kuota haji Indonesia harus disertai dengan penambahan jumlah petugas yang berkonsekuensi pada penambahan anggaran.

Menurutnya, penambahan jumlah jemaah haji Indonesia dari 168.800 menjadi 221.000 orang pada musim haji 2017 harus mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan. Apalagi penyelenggaraan kesehatan haji sangat terkait dengan kementerian tersebut.

“Kami mendukung permintaan Kemenkes untuk penambahan Petugas Penyelenggara Haji Indonesia sebanyak 80 orang dan Tenaga Kerja Haji Indonesia sebanyak 465 orang,” ujarnya.

Pada bagian lain Komisi IX DPR mendesak Kemenkes memeriksa proses dan mekanisme pemeriksaan kesehatan jemaah calon haji Indonesia. Begitu juga dengan biaya yang dibebankan kepada jamaah di luar ketentuan yang berlaku.

“Untuk tahun 2017 kesehataan jemaah haji tidak lagi ditanggung oleh pemerintah, kita menanyakan kepada Menkes kenapa ada edaran seperti itu tapi tidak dikonsultasikan kepada DPR,” ujarnya, Selasa (21/3/2017).

Politisi F-PAN itu mengatakan pihaknya akan mengawal agar penyelenggaran kesehatan jamah haji berjalan dengan baik. Menurutnya, pelibatan yang lebih intensif dari Anggota Komisi IX dalam pengawasan penyelenggara kesehatan haji dibutuhkan seiring dengan penambahan kuota tersebut.

 

Tag : Ibadah Haji
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top