BOM PANCI: Teroris Rekrut Pengguna Medsos, Warga Diminta Waspada

Warga Kabupaten Lebak diminta mewaspadai jaringan terorisme melalui media sosial menyusul tertangkapnya pelaku bom panci di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Newswire | 21 Desember 2016 11:54 WIB
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, LEBAK - Pengguna media sosial diimbau berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh ajakan untuk menjadi bagian dari kegiatan terorisme.

Warga Kabupaten Lebak diminta mewaspadai jaringan terorisme melalui media sosial menyusul tertangkapnya pelaku bom panci di Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Pelaku bom panci itu di antaranya seorang mantan tenaga kerja wanita (TKW) Taiwan dan Singapura, bergabung dengan jaringan terorisme setelah gemar berselancar di dunia maya melalui media sosial (Medsos) facebook, blog,youtube dan situs," kata Kepala Seksi Hubungan antara Lembaga Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Lebak, Iwan Darmawan di Lebak, Rabu (21/12/2016).

Pemerintah daerah mengajak masyarakat agar tidak mengikuti kajian-kajian terorisme yang berkedok agama melalui penyebaran media sosial.

Saat ini, kelompok terorisme Bahrun Naim disinyalir melakukan indoktrinasi dengan memanfaatkan facebook, blog, video, youtube, situs dan telegram.

Hal tersebut terbukti salah satunya Yulia Novi, seorang mantan TKW yang kini ditangkap Densus 88 di Bekasi, Jawa Barat.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat mewaspadai penyebaran jaringan terorisme melalui media sosial.

"Kami berharap masyarakat jangan sampai tertarik propaganda kelompok-kelompok terorisme seperti ISIS itu," katanya.

Untuk mencegah radikalisme, pihaknya menguatkan forum yang sudah terbentuk di antaranya Forum Pembaharuan Bangsa (FPB), Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Forum tersebut melakukan pencegahan dini melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terlibat jaringan terorisme maupun ajaran sesat yang disebarkan melalui media sosial.

"Kami memberikan apresiasi forum kebangsaan itu dapat mencegah jaringan terorisme," ujarnya menjelaskan.

Ia juga mengatakan pihaknya kini mengoptimalkan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, mahasiswa, pelajar dan organisasi kemasyarakatan guna mencegah faham terorisme.

Kegiatan penyuluhan tersebut agar radikalisme tidak masuk wilayah Kabupaten Lebak.

Pihaknya meminta penyebaran ajaran radikal seperti ISIS diberantas karena bisa mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami minta warga jika terdapat ajaran yang menyimpang terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat hukum dan tokoh agama," ujarnya.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Baijuri mengimbau masyarakat mewaspadai media sosial yang menyebarkan doktrin sesat dengan berkedok agama.

Selain itu juga mewaspadai bila ada orang yang tidak dikenal memberikan hadiah maupun ibadah umrah.

Penyebarluasan paham sesat atau radikalisme dengan mudah melalui media sosial juga pemberian sesuatu untuk menarik masyarakat.

Pihaknya telah melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan ribuan ulama untuk memantau keberadaan ISIS di Kabupaten Lebak.

"Kami mengajak masyarakat agar mencegah terorisme karena tidak sesuai dengan ajaran Islam," katanya.

Sumber : Antara

Tag : terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top