DUBES RUSIA DITEMBAK DI TURKI: Pelakunya Pengikut Fetullah Gulen?

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada mitranya, Menlu Amerika Serikat John Kerry, melalui telepon pada Selasa (20/12) waktu setempat bahwa Organisasi Teroris Fetullah (FETO) berada di balik pembunuhan duta besar Rusia, demikian dilaporkan media setempat.
Newswire | 21 Desember 2016 10:55 WIB
Dubes Rusia untuk Turki Andrei Karlov tergeletak di lantai setelah ditembak Mevlut Mert Altintas di sebuah galeri di Ankara. - Hurriyet via Reuters/Hasim Kilic

Kabar24.com, ANKARA - Penembakan brutal Dubes Rusia di Turki memasuki babak baru, yakni mencari siapa pihak yang [harus] bertanggungjawab.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada mitranya, Menlu Amerika Serikat John Kerry, melalui telepon pada Selasa (20/12) waktu setempat bahwa Organisasi Teroris Fetullah (FETO) berada di balik pembunuhan duta besar Rusia, demikian dilaporkan media setempat.

Dalam pembicaraan telepon tersebut, Cavusoglu memberikan pemaparan kepada Kerry soal pembunuhan yang dialami Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov, kata laporan Kantor Berita Anadolu.

Karlov tewas ditembak pada Senin petang.

Kerry menyampaikan ucapan duka cita kepada Cavusoglu dan bahwa dirinya merasa sedih atas terjadinya insiden tersebut.

Kedua diplomat tertinggi itu juga membicarakan pertemuan tiga-pihak yang dilangsungkan pada Selasa di Moskow antara para menteri luar negeri Rusia, Iran dan Turki.

Duta Besar Karlov ditembak hingga tewas ketika ia menyampaikan pidato pada sebuah pameran yang berlangsung di Ankara, Senin petang, oleh seorang pria bersenjata yang berpakaian sebagai pengawal.

Pada Selasa malam, Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan keterlibatan polisi Turki dalam pembunuhan duta besar tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak terhormat dan merupakan penistaan.

"Jaringan di balik serangan ini juga muncul ke permukaan," kata Bozdag dalam pernyataan yang disampaikannya di Parlemen Turki, demikian dikutip Antara, Rabu (21/12/2016).

Ia menyatakan tekad bahwa "penyelidikan akan mengungkap seluruh jaringan si penyerang." Fetullah Gulen, ulama Turki yang saat ini bermukim di Amerika Serikat, dituduh pemerintah Turki sebagai dalang percobaan kudeta pada 15 Juli.

Sumber : Antara/Xinhua

Tag : turki
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top