Dubes Rusia Ditembak Mati di Turki. Trump Mengutuk Keras

Presiden terpilih AS Donald Trump mengutuk aksi pembunuhan terhadap Dubes Rusia di Turki, Senin waktu setempat.
Saeno | 20 Desember 2016 09:39 WIB
Dubes Rusia untuk Turki Andrei Karlov tergeletak di lantai setelah ditembak seorang pria yang tampak memegang senjata di tangan kanan sembari melambaikan tangan kirinya di sebuah Galeri Seni di Ankara, Turki (19/12/2016). - Depo Photos/Sozcu Newspaper Via Reuters

Kabar24.com, WEST PALM BEACH - Presiden terpilih AS Donald Trump mengutuk aksi pembunuhan terhadap Dubes Rusia di Turki, Senin waktu setempat.

Ia menuding aksi pembunuhan itu dilakukan teroris Islami radikal dan melanggar seluruh aturan sipili yang ada.

Trump dalam pernyataan yang disampaikan tim transisinya menyatakan duka cita untuk keluarga Dubes Andrei Karlov, yang ditembak secara brutal saat menghadiri sebuah kegiatan di sebuah galeri seni di Ankara.

Dubes Karlov ditembak mati dalam serangan di sebuah galeri, Senin, oleh pria bersenjata yang berteriak, "Jangan lupakan Aleppo".

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia memastikan kematian Andrei Karlov, yang menandai salah satu dari dampak paling parah dari perang Suriah ke Turki.

Rusia adalah sekutu dekat Presiden Suriah Bashar Assad dan serangan udaranya berperan dalam membantu pasukan Suriah mengakhiri perlawanan pemberontak pada pekan lalu di kota utara, Aleppo.

Kantor berita Anadolu menyatakan pria bersenjata tersebut dilumpuhkan segera setelah serangan itu.

Hubungan Moskow dengan Ankara sejak lama bermasalah karena perang itu, keduanya mendukung pihak berlawanan.

Penyerang itu berpakaian rapi dengan jas hitam dan dasi serta berdiri di belakang Dubes Karlov saat ia berpidato pada acara pameran di galeri tersebut, kata seorang saksi di tempat kejadian kepada Reuters.

"Dia mengambil pistol dan menembak duta besar itu dari belakang. Kami melihatnya terbaring di lantai dan kemudian kami berlari keluar," kata yang meminta namanya tak disebutkan.

Saksi lain di tempat kejadian itu mengatakan tembakan terdengar untuk beberapa saat setelah serangan tersebut.

Video menunjukkan penyerang berteriak, "Jangan lupakan Aleppo. Jangan lupakan Suriah!"

Saat jeritan terdengar, pria bersenjata itu kemudian terlihat mondar-mandir dan berteriak sambil memegang pistol di satu tangan dan melambaikan tangan lain di udara.

Gambar lain menunjukkan empat orang, termasuk yang diduga Dubes Karlov terbaring di lantai.

Rusia dan Turki terlibat dalam perang di Suriah, yang berbatasan dengan Turki.

Turki menjadi penentang keras Assad, sementara Rusia mengerahkan tentara dan angkatan udaranya mendukung pemimpin Suriah tersebut.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yang terlibat dalam pembicaraan diplomatik dengan Rusia dalam upaya mengatasi arus pengungsi di sekitar Aleppo, mengutuk serangan itu.

Ketegangan meningkat dalam beberapa pekan belakangan ini saat pasukan Suriah dukungan Rusia berjuang menguasai bagian timur Aleppo, yang memicu aliran pengungsi.

Belum jelas siapa pelaku serangan itu. Sementara itu, ISIS dilaporkan bergerak di Turki dan melakukan beberapa serangan bom pada sasaran milik Turki selama setahun belakangan.

Sumber : Reuters/Antara

Tag : turki, Donald Trump
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top