Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LSI: Elektabilitas Ahok-Djarot Paling Buncit, Anies-Sandi di Atas Angin

Hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menyebutkan elektabilitas pasangan calon inkumben, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengalami penurunan tajam pasca Ahok ditetapkan sebagai tersangka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 November 2016  |  17:30 WIB
Warga melakukan aksi penolakan di tempat yang akan dikunjungi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk berkampanye di kawasan Kedoya, Jakarta, Kamis (10/11/2016). - Antara
Warga melakukan aksi penolakan di tempat yang akan dikunjungi calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk berkampanye di kawasan Kedoya, Jakarta, Kamis (10/11/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menyebutkan elektabilitas pasangan calon inkumben, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengalami penurunan tajam seusai Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

"Turun tajam menjadi 10,6% sekarang," ujar peneliti LSI, Ardian Sopa, di kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat (18/11/2016).

Elektabilitas Ahok tersebut mengalami penurunan sebanyak 14%. Sebelumnya, survei LSI mencatat elektabilitas Ahok sebelum menjadi tersangka adalah sebesar 24,6%.

Sopa menambahkan Ahok ditinggalkan sekitar 60% pendukung lamanya. Dia mengatakan basis dukungan Ahok, yaitu kelompok nonmuslim, pendidikan tinggi, pendapatan atas, bahkan pemilih PDIP seakan-akan beramai-ramai meninggalkan Ahok.

Ditetapkannya Ahok sebagai tersangka juga turut memengaruhi elektabilitas dua calon pasangan lain. Elektabilitas pasangan lain, yaitu Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni justru mengalami peningkatan.

Berdasarkan survei LSI, elektabilitas pasangan Anies-Sandi naik dari 20% (sebelum Ahok tersangka) menjadi 31,9% (setelah Ahok tersangka). Adapun pasangan Agus-Sylvi dari 20,9% naik menjadi 30,9%. Dengan data ini, maka elektabilitas pasangan Ahok-Djarot berada di urutan ke-3.

Menurut Sopa jika situasi ini terus berlanjut, Ahok berpotensi tersingkir di pemilihan putaran pertama. "Jika ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Ahok berpotensi tergusur di putaran pertama."

Survei LSI tersebut dilakukan pada 31 Oktober 2016 hingga 5 November 2016 dengan jumlah responden sebanyak 440 orang. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error adalah plus minus 4,8%.

Sopa mengatakan survei ini memang dilakukan sebelum penetapan Ahok sebagai tersangka. Namun, dia mengatakan dalam surveinya, responden telah ditanya mengenai dukungannya bila Ahok menjadi tersangka. "Dalam item pertanyaan tercantum pertanyaan bila Ahok menjadi tersangka."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lsi Sidang Kasus Ahok Pilkada DKI 2017 DEMO 4 NOVEMBER DEMO 2 DESEMBER

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top