PILKADA SERENTAK 2017: Ini Janji Abdullah Puteh untuk Aceh

Abdullah Puteh menyatakan akan memprioritaskan sektor pertanian jika dipercayai memimpin Aceh periode 2017-2022.
Newswire | 02 November 2016 09:59 WIB
Bakal pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 Abdullah Puteh (kiri) dan Sayed Mustafa (kanan) berjabat tangan seusai deklarasi untuk maju melalui jalur independen pada Pilkada 2017 di Banda Aceh, Aceh, Selasa (2/8). - Antara

Kabar24.com, BANDA ACEH - Abdullah Puter menyampaikan rencananya jika terpilih sebagai gubernur di Provinsi Aceh.

Abdullah Puteh menyatakan akan memprioritaskan sektor pertanian jika dipercayai memimpin Aceh periode 2017-2022.

"Kami akan memprioritaskan sektor pertanian jika masyarakat Aceh mengamanahkan jabatan gubernur kepada kami pada Pilkada 2017 mendatang," kata Abdullah Puteh di Banda Aceh, Rabu (2/11/2016).

Cagub Abdullah Puteh berpasangan dengan Sayed Mustafa Usab sebagai calon Wakil Gubernur Aceh. Abdullah Puteh adalah Gubernur Aceh 2000-2004 dan Sayed Mustafa adalah anggota DPR RI sisa masa periode 2009-20014.

Abdullah Puteh mengatakan, 70% masyarakat Aceh bergantung hidup dari pertanian. Kemiskinan masyarakat Aceh karena sektor pertanian tidak maju dan berkembang.

Oleh karena itu, papar Abdullah Puteh, untuk mengentaskan kemiskinan, maka sektor pertanian harus diprioritaskan. Dengan meningkatnya sektor pertanian, maka dengan sendirinya angka kemiskinan masyarakat Aceh ikut turun.

"Sekarang ini, sebagian besar masyarakat tani Aceh berpenghasilan Rp700 per bulan. Penghasilan sebesar ini tentu tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan ini tentu memicu kemiskinan," kata dia.

Menurut Puteh, rendahnya pendapatan petani karena produktivitasnya tidak meningkat. Banyak petani Aceh menghasilkan padi empat ton per hektare dalam setahun atau setara Rp16 juta.

"Jumlah itu jika dikurangi biaya produksi, maka pendapatan petani Rp8 juta setahun. Kalau setahun ada 12 bulan, maka pendapatan Rp700 ribu," kata Abdullah Puteh.

Kondisi ini, lanjut dia, diperparah dengan pola tanam hanya setahun sekali. Hal ini karena banyak areal persawahan kesulitan air. Hal ini terjadi karena irigasi tidak maksimal.

Untuk meningkatkan produktivitas, lanjur dia, pola tanam perlu ditingkatkan serta membantu petani mendapatkan bibit unggul. Termasuk membantu pengairan menggunakan teknologi modern.

"Di sinilah peran pemerintah daerah. Bagaimana pemerintah hadir membantu petani mendapatkan bibit unggul serta akses permodalan usaha taninya," kata Abdullah Puteh.

Untuk memprioritaskan sektor pertanian, Abdullah Puteh menyatakan akan meningkatkan anggarannya. Selama ini, anggaran untuk sektor pertanian tidak sampai 3%. Jika dipercaya sebagai Gubernur Aceh dirinya akan menganggarkan dana untuk sektor pertanian hingga 20%.

"Inilah keinginan kami mengapa kami mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur Aceh. Kami akan lebih banyak berkantor di lapangan, untuk memastikan produktivitas petani meningkat," demikian Abdullah Puteh.

Abdullah Puteh lahir di Meunasah Arun, Aceh Timur, 4 Juli 1948. Saat menjabat gubernur Aceh, ia tersandung kasus korupsi pengadaan helikopter..

Pada 7 Desember 2004 Puteh dijebloskan ke Rutan Salemba, Jakarta, terkait pembelian 2 buah helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp 12,5 miliar.

Puteh divonis hukuman penjara 10 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 11 April 2005. Ia bebas bersyarat pada 18 November 2009, dan keluar dari Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Kepala Kanwil Depkumham Jabar Dany Kusuma Praja, di Bandung, Rabu (18/11/2009), Puteh mendapatkan vonis 10 tahun dan baru menjalani 4 tahun 11 bulan. Seharusnya Puteh Puteh bebas pada 22 Maret 2014.

"Dalam putusan Pengadilan mendapatkan bebas persyaratan dengan membayar Rp500 juta kepada KPK dengan masa hukuman dua per tiga," ungkapnya.

Setelah dibebaskan dari Lapas Sukamiskin, Puteh mengku banyak pelajaran yang diambil saat ia ditahan.

Pada 5 Agustus 2016, Puteh mengajukan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh. Hal itu disampaikan Puteh di Media Center Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, usai menyerahkan syarat dukungan pencalonan sebagai calon Gubernur Aceh.

Abdullah Puteh adalah Gubernur Aceh periode 2000-2005. Sedangkan Sayed Mustafa Usab merupakan mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Aceh.

Sayed Mustafa dilantik menjadi anggota DPR antarwaktu 2009-2014 menggantikan Azwar Abubakar yang ditunjuk sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sumber : Antara/wikipedia

Tag : Pilkada Serentak
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top