Masif Diberitakan, Akhirnya SBY Klarifikasi Soal Pemberian Rumah

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal pemberian rumah oleh negara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Edi Suwiknyo | 02 November 2016 13:52 WIB
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penjelasan terkait hilangnya berkas pembunuhan aktivis Munir di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Kabar24.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal pemberian rumah oleh negara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia menyatakan sebenarnya tidak ada yang perlu diributkan soal pemberian rumah tersebut. Pasalnya hal itu sudah diatur dalam Undang-undang No. 7/1978. "Sekarang masuk masalah rumah, pemberitaannya sangat luar biasa," kata SBY saat memberkan keterangan pers di Cikeas, Bogor, Rabu (2/11/2016).

Dia mengatakan pemberitaan tersebut semakin kencang setelah sejumlah media menyebutkan luas rumah yang bakal diberikan negara kepadanya. "Ada yang menyebutkan 5.000 m2 ada yang 3.000 m2. Padahal pada tahun 2014, saya sudah mengatur rumah bagi mantan presiden tidak lebih dari 1.500 meter persegi," imbuhnya.

Meski demikian, dia mengaku tetap tenang menghadapi sejumlah isu miring yang ditujukan kepadanya tersebut. Sebelumnya, SBY disebutkan bakal menerima rumah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.  Rumah tersebut merupakan pemberian negara kepada mantan presidennya.

Adapun, isu di publik kemudian berkembang. SBY diminta untuk menolak rumah pemberian negara tersebut. Penolakan pemberian rumah itu dianggap sebagai sikap yang negarawan.
 

Tag : sby
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top