Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENKOPOLHUKAM WIRANTO: Jangan Terprovokasi Berita Medsos

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi atau berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial (medsos).
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 02 November 2016  |  05:40 WIB
MENKOPOLHUKAM WIRANTO: Jangan Terprovokasi Berita Medsos
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi atau berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial (medsos).

"Masyarakat juga tenang jangan terpengaruh karena sekarang berita-berita di medsos luar biasa," kata Wiranto di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Dia mengatakan masyarakat harus cermat dalam memilah informasi yang tersebar di media sosial.

"Medsos kan beritakan sesuatu yang tak bisa dipertanggungjawabkan karena yang beritakan siapa, dari mana, tak jelas. Oleh karena itu mari jaga negeri ini karena kalau ada apa-apa, yang rugi kita semua," ujarnya.

Wiranto juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh untuk ikut-ikutan berunjuk rasa.

Dia mengharapkan demonstrasi pada 4 November 2016 tidak menyebabkan kekacauan.

Wiranto mengatakan para tokoh ulama terutama yang menjadi pimpinan dari organisasi Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama mengharapkan agar mempererat persaudaraan sesama umat Islam dan sesama manusia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Novel Bamukmin mengatakan rencana demonstrasi ormas Islam pada 4 November 2016 akan melibatkan ormas dari luar Jakarta.

Demonstrasi bertema Aksi Bela Islam guna menuntut Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diproses hukum atas dugaan penistaan agama juga akan melibatkan massa buruh dari wilayah Jabodetabek, kata Novel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wiranto Medsos

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top