Bisnis Indonesia Edisi 8 Oktober 2016, UTAMA: Pengadaan Lahan Masih Jadi Ganjalan

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Sabtu, 08 Oktober 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Ilustrasi
Ilustrasi

<p><strong>Bisnis.com,</strong> JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Sabtu, 08 Oktober 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/</p><p>Seksi Utama</p><p>Hal 1. PERCEPATAN INFRASTRUKTUR: Pengadaan Lahan Masih Jadi Ganjalan<br />Pengadaan lahan masih menjadi kendala klasik yang melingkupi upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur. Keterbatasan infrastruktur turut menekan indeks daya saing Indonesia.</p><p>DEMAM IPHONE 7: Demi Gengsi Tinggi?<br />Siapa di dunia ini yang tidak mengenal iPhone? Sejak generasi pertamanya diluncurkan pada 2007, telepon seluler pintar rancangan Apple Inc. itu telah menjelma sebagai sebuah produk cult yang menjadi bagian integral dari citra prestisius dalam gaya hidup kontemporer.</p><p>Hard Brexit Bikin Pound Sakit<br />Pernyataan Perdana Menteri Theresia May soal kepastian kapan Inggris keluar dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) menjawab pertanyaan besar bagi kalangan investor. Hal ini merupakan tindak lanjut nyata, setelah Britania Raya melakukan referendum pada 23 Juni silam.</p><p>Hal 2. Revitalisasi Dana Pensiun Syariah<br />Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan peraturan OJK (POJK) No.33/POJK.05/2016 tentang penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah Sebagai Bentuk Dukungan OJK terhadap Perkembangan Industri Keuangan Syariah Nasional. POJK tersebut dirilis OJK pada 22 September 2016, kehadiran POJK tersebut menjadi angin segar atas kebutuhan masyarakat terhadap program pensiun berdasarkan prinsip syariah sebagai alternatif penghasilan di masa tua secara syariah, sekaligus harapan ditengah jebakan pertumbuhan industri keuangan syariah yang mengalami tekanan akibat perlambatan industri keuangan nasional dan global. SAFRI HALIDING, Analis investasi dan keuangan, DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI)</p><p>Hal 3. PEREKONOMIAN GLOBAL: Kala Para Pemimpin Tak Lagi Dipercaya<br />Para pemimpin dan pejabat keuangan dunia mengecam aksi kaum populis yang mengancam arus globalisasi, sehingga berpotensi meningkatkan krisis kepercayaan pada pemerintah.</p><p>Hal 4. REVIEW PASAR SAHAM: Ada Apa Dengan Indeks?<br />Sejumlah sentimen positif yang digadanggadang akan mengerek IHSG ternyata belum memperlihatkan kekuatannya. Pasar saham dalam tiga bulan terakhir hanya bergerak di kisaran 5.300. Ada apa?</p><p>Hal 5. PILIHAN INVESTASI: Ini 40 Saham Terbaik Pilihan Asosiasi Analis<br />Asosiasi Analis Efek Indonesia memilih 40 saham terbaik yang layak dikoleksi investor, sekaligus ajakan bagi masyarakat untuk berinvestasi di pasar saham.</p><p>Hal 6 - 8. TABEL BURSA</p><p>Hal 9. MINERAL MENTAH: Pemerintah Buka Keran Ekspor Nikel &amp; Bauksit<br />Pemerintah bakal membuka kembali keran ekspor mineral mentah dengan mengizinkan bijih nikel berkadar rendah dan bauksit untuk dijual ke luar negeri.</p><p>Hal 10. INDUSTRI LOGAM KONSTRUKSI: Proyek Transmisi Jadi Penopang<br />Proyek menara transmisi listrik menggairahkan industri logam konstruksi di saat permintaan atas menara telekomunikasi melemah.</p><p>Hal 11. OBLIGASI DAERAH: Jabar Alihkan Dana untuk Tiga Metropolitan<br />Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalihkan penerbitan obligasi daerah yang pada awalnya dialokasikan untuk membiayai Bandara Internasional Jawa Barat atau BIJB Kertajati, Majalengka ke proyek lain.</p><p>Hal 12. TARGET INVESTASI JATENG: Dipatok Naik 10%, Asing Makin Tertarik<br />Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah menargetkan nilai investasi pada 2017 sebesar Rp30,25 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan dengan target pada tahun ini.</p>

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bisnis Indonesia
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro