Gempa Italia: Korban Meninggal Naik Jadi 250 Orang

Gempa Italia: Korban Meninggal Naik Jadi 250 Orang
Newswire | 25 Agustus 2016 15:22 WIB
Seorang pria berjalan di atas reruntuhan puing akibat gempa di kota Aquila (6/4/2009). - Reuters/Alessandro Bianchi

Kabar24.com, JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi di bagian tengah Italia naik tajam menjadi 250 pada Kamis pagi waktu setempat setelah tim penyelamat bekerja sepanjang malam untuk menemukan para penyintas di reruntuhan bangunan di kota yang menjadi rata akibat gempa itu.
 
Jumlah korban tewas sementara naik menjadi 247 dari 159 orang dalam data korban Rabu malam. Para pejabat nasional dan regional menyatakan gelombang gempa susulan mengguncang sekelompok warga pegunungan 140 kilometer di timur Roma.

Gempa berkekuatan 6.2 Skala Richter terjadi pada Rabu pagi ketika orang-orang sedang tidur, meruntuhkan rumah-rumah dan menyebabkan jalan-jalan rusak.

Gempa itu cukup kuat hingga terada di Bologna sampai ke utara dan Naples di selatan, keduanya
220 kilometer dari pusat gempa.

Pada Kamis pagi, matahari menyinari banyak orang yang tidur di dalam mobil atau tenda, sementara Bumi terus bergetar di bawah kaki mereka. Dua gempa susulan kuat yang terjadi berkekuatan 5,1 dan 5,4 SR.

Para pejabat mengatakan korban tewas tampaknya masih akan bertambah dan mungkin melampaui korban gempa besar terakhir di Italia, yang menewaskan 300 orang lebih di pusat kota L'Aquilla pada 2009.

Sedikitnya 368 korban yang terluka telah dirawat di rumah sakit pada Rabu malam, kata Perdana Menteri Matteo Renzi.

Satu hotel yang runtuh di kota kecil Amartrice diperkirakan memiliki 70 tamu dan hanya tujuh jenazah yang sudah ditemukan menurut wali kota di tempat yang paling parah terkena gempa tersebut.

Tim penyelamat yang bekerja menggunakan penerangan darurat di tengah kegelapan berhasil menyelamatkan anak perempuan 10 tahun, yang sudah terbaring di reruntuhan selama sekitar 17 jam di Pescara del Tronto.

Banyak anak yang lain tidak seberuntung itu. Sebuah keluarga beranggotakan empat orang, termasuk dua anak berusia delapan bulan dan sembilan tahun, terkubur ketika rumah mereka hancur di Desa Accumoli.

Seorang petugas penyelamat dengan hati-hati membawa jasad bayi tertutup selimut kecil, dan nenek bayi itu menyalahkan Tuhan. "Dia mengambil semuanya sekaligus," katanya.

Renzi mengatakan Kabinet akan bertemu pada Kamis untuk memutuskan kebijakan guna membantu warga yang terdampak bencana.

"Ini adalah hari untuk air mata, besok kita bicarakan pembangunan kembali," katanya.

Sumber : Antara

Tag : gempa
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top