120 Orang Tewas dalam Gempa di Italia, Korban WNI Belum Ada Laporan

Setidaknya 120 orang tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda Italia, Rabu dini hari. Gempa berkedalaman 10 kilometer yang berpusat di Provinsi Rieti, Italia bagian tengah itu juga menghancurkan puluhan desa.
Newswire | 25 Agustus 2016 05:22 WIB
Dampak gempa di Amatrice, Italia tengah, Rabu (24/8/2016) yang difoto oleh pasukan pemadam kebakaran Italia. - Reuters/Vigili del Fuoco

Kabar24.com, JAKARTA - Setidaknya 120 orang tewas akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter yang melanda Italia, Rabu (24/8/2016) dini hari. Gempa berkedalaman 10 kilometer yang berpusat di Provinsi Rieti, Italia bagian tengah itu juga menghancurkan puluhan desa.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan jumlah tersebut bisa saja bertambah selagi tim penyelamat gabungan menyisir lokasi terdampak, dan mencari korban dari reruntuhan yang ada.

“Ada 368 orang terluka. Ini belum angka final,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Rieti, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis (25/8/2016).

Lewat Twitter resmi pemerintah Italia, Renzi pun menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan Badan Perlindungan Sipil Negara, dan terus mengikuti situasi dengan cermat.

Kota Amatrice yang masih berada di Provinsi Rieti adalah salah satu lokasi yang terkena dampak terparah. Wali Kota Amatrice Serigo Pirozzi melaporkan kerusakan berat di wilayahnya.

"Setengah kota hilang," kata Sergio pada media televisi RAI. "Banyak yang terkubur di balik reruntuhan. Sudah ada tanah longsor dan jembatan rubuh."

Selain Amatrice, kota yang juga mengalami kerusakan berat, antara lain Accumoli, Posta dan Arquata del Tronto.

Ahli dari Institut Geofisika dan Vulkanologi Nasional Italia, Gilberto Saccorotti, mengatakan Italia memiliki sejarah gempa yang cukup panjang. Kekuatan gempa baru tersebut, menurutnya bukan hal baru.

"Dari pengetahuan saya soal wilayah, letak jalanan (wilayah terdampak) sangat sempit. Jadi jika salah satunya rusak, akses ke yang lainnya pun sulit,” ujar Saccoroti pada Al Jazeera.Dia pun menyebut gempa susulan akan sulit untuk diprediksi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan Kedutaan Besar RI di Roma terkait warga negara Indonesia yang menjadi korban gempa.

“Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Italia mengenai jumlah korban dan kerugian. KBRI Roma dan KBRI Vatikan terus berkontak dengan WNI di sekitar lokasi gempa,” ujar Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Roma, Aisyah Murtina Allamanda lewat keterangan tertulis, Rabu kemarin.

Sumber : tempo.co

Tag : gempa
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top