Sidang Pembunuhan Mirna: Jessica Simpan Obat Depresi & Penghilang Nyeri

Ahli Toksikologi Universitas Udayana Bali, I Made Gelgel Wirasuta menjelaskan obat-obatan yang terdapat dalam tas Jessica pada persidangan ke-14 perkara tewasnya Wayan Mirna Salihin.
Newswire | 25 Agustus 2016 13:12 WIB
Obat-obatan - boldsky.com

Kabar24.com, JAKARTA - Ahli Toksikologi Universitas Udayana Bali,  I Made Gelgel Wirasuta menjelaskan obat-obatan yang terdapat dalam tas Jessica pada persidangan ke-14 perkara tewasnya Wayan Mirna Salihin.

Empat jenis obat-obatan yang dijelaskan I Made Gelgel berdasarkan berita acara pemeriksaan dari Puslabfor Mabes Polri antara lain obat kosmetik, obat depresi, obat penekan asam lambung dan obat penghilang nyeri.

"Yang pertama (obat) produk kosmetik kulit, isinya saya tak tahu. Kedua, obat Sandoz Sertraline, yang digunakan untuk depresi," kata I Made Gelgel di PN Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).

"Sandoz Sertraline berefek neurotransmiton secara selektif, digunakan untuk orang yang panik, semacam panik yang luar biasa, kejang, untuk menyeimbangkan kondisi," jelas dia.

Obat ketiga adalah Razole yang digunakan untuk menekan pengeluaran asam lambung. Adapun obat keempat adalah semacam penghilang nyeri neuropati.

Made menjelaskan obat depresi, asam lambung dan nyeri harus dengan resep dokter, sementara obat kulit boleh dijual bebas.

"Sentraline biasanya untuk masalah panik disoder. Seperti apa dia, hanya dokter yang tahu. Dokter yang paham, apoteker hanya mengontrol dan bertanya. Tiga obat harus dengan resep dokter," jelas dia.

Saat ini sidang masih berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan dua saksi antara lain ahli toksikologi dan hukum pidana.

Jessica didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atas tewasnya Wayan Mirna Salihin di RS Abdi Waluyo Jakarta usai meminum es kopi Vietnam bercampur sianida di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016.

Sumber : Antara

Tag : Mirna
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top