Ahok Dituding Sedang Mainkan Politik Adu Domba

Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menilai pola yang dipakai Basuki Tjahaja Purnama dengan meminta Djarot Saiful Hidayat dan mengesampingkan PDI Perjuangan merupakan siasat adu domba.
Puput Ady Sukarno | 21 Agustus 2016 02:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memasuki mobilnya usai diperiksa Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/7). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai pola yang dipakai Basuki Tjahaja Purnama dengan meminta Djarot Saiful Hidayat dan mengesampingkan PDI Perjuangan merupakan siasat adu domba.

Pasalnya, belum lama ini, Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok itu melontarkan pernyataan bahwa dirinya meminta kepada Megawati untuk mengizinkannya menarik Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangannya di Pilkada DKI 2017.

Padahal, keberadaan Djarot Saiful Hidayat, selain saat ini yang masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta juga adalah salah seorang Ketua di DPP PDI Perjuangan.

"Pola yang dipakai Ahok mengadu domba, memecah belah antara kader dengan kader, bahkan Ahok dengan licik mencoba mengadu domba antara Djarot dan PDI-P, berlindung di balik ceritanya tentang dukungan dari Ketum PDI-P Megawati," ujarnya, Sabtu (20/8/2016).

Dirinya menilai bahwa Ahok sedang memainkan politik memecah belah. "Dengan track record loyalitasnya yang buruk, political tricky-nya yang sangat licin," ujarnya.

Pihaknya menilai bahwa bukan hanya PDI Perjuangan yang perlu berpikir ulang untuk mengusung Ahok. Parpol-parpol yang sudah mendukung pun perlu berpikir lagi untuk dukungannya pada Ahok, kalau tidak hendak menjadi korban pragmatisme Ahok.

Menurutnya, hal itu semakin jelas memperlihatkan karakternya dalam mencapai kekuasaan, bahwa dirinya tidak membutuhkan partai-partai politik dan konstituen-konstituen partai politik.

"Ahok lebih melihat parpol hanya sebagai kuda tunggangannya untuk mencapai tujuan, untuk berkuasa di DKI," ujarnya.

Tag : Pilkada DKI 2017
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top