PDI-P: Ahok Hanya Anggap Partai Sebagai Kuda Tunggangan

Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menilai sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selama ini semakin jelas memperlihatkan karakternya dalam mencapai kekuasaan.
Puput Ady Sukarno | 21 Agustus 2016 02:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa Bareskrim di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/7). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menilai sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selama ini semakin jelas memperlihatkan karakternya dalam mencapai kekuasaan.

Menurutnya sepak terjang Gubernur yang akrab disapa Ahok tersebut terlihat tidal membutuhkan partai-partai politik dan konstituen-konstituen partai politik. "Ahok lebih melihat parpol hanya sebagai kuda tunggangannya untuk mencapai tujuan, untuk berkuasa di DKI," ujarnya, Sabtu (20/8/2016).

Menurutnya, cara berpikir Ahok sangat pragmatis dan semua cara bisa digunakan, baik itu relawan 'Teman Ahok', atau parpol atau apapun alat yang digunakan, yang penting adalah dia berkuasa.

Kemudian, lanjut Amdreas, setelah Ahok berkuasa dan dirasakan tidak ada manfaatnya lagi baginya, maka dengan mudahnya Ahok akan mencampakkan alat yang pernah digunakan untuk meraih kekuasaannya tersebut. Andreas menilai bahwa hal itu terbuktk dalam karir politik Ahok yang loncat dari satu parpol ke parpol yang lain.

Sebelumnya, Ahok memulai karir dengan Partai Indonesia Baru untuk menjadi Bupati di Belitung, loncat ke Partai Golkar ketika menjadi anggota DPR-RI, loncat lagi ke Gerindra untuk pencalonan Pilgub 2012.

Ketika terpilih menjadi Wagub dengan mudahnya Ahok meninggalkan Gerindra. "Menjelang Pilgub 2017 Ahok membentuk tim sukses Teman Ahok untuk maju melalui jalur perseorangan dan berkoar-koar telah mengumpulkan 1 juta KTP," ujarnya.

Namun, lanjutnya, belum sempat bereksperimen dengn jalur perseorangan, Ahok sudah loncat lagi mencari dukungan dari parpol, bahkan dari parpol yang pernah dengan mudah ditinggalkan pada 2012.

"Sekarang dengan konon dukungan dari tiga parpol, Ahok coba untuk kembali mendekati PDI-P partai yang sebenarnya setia mendukungnya selama 2012 sampai saat ini," ujarnya.

Tag : Pilkada DKI 2017
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top