PILKADA DKI 2017: PDI-P Bantah Siang Ini Deklarasikan Ahok-Djarot

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah membantah akan memberikan pernyataan politik yang menyebutkan akan adanya deklarasi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bakal digelar pada Minggu 21 Agustus 2016 pukul 11.45 WIB di kantor DPP PDI Perjuangan.
Puput Ady Sukarno | 21 Agustus 2016 02:44 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Achmad Basarah. - achmadbasaroh.com

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Achmad Basarah membantah akan memberikan pernyataan politik yang menyebutkan akan adanya deklarasi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat bakal digelar pada Minggu 21 Agustus 2016 pukul 11.45 WIB di kantor DPP PDI Perjuangan.

Menurutnya, beredarnya informasi terkait dengan deklarasi pasangan Ahok -Djarot yang mengatasnamakan dirinya tersebut adalah berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Bukan kewenangan saya sebagai Wasekjen DPP PDI Perjuangan untuk mengumumkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, apalagi mengumumkan waktu deklarasinya," ujar Achmad Basarah, dalam siaran pers, Sabtu (20/8/2016) malam.

Menurutnya, keputusan mengenai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI saat ini sudah diserahkan DPP partai kepada instansi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang mandat hak prerogatif partai sesuai AD/ART PDI Perjuangan. "Sejauh ini Ibu Mega belum memberikan keputusan ataupun instruksi apapun terkait pilkada DKI," terangnya.

Pasalnya, Megawati saat ini masih terus menyerap berbagai aspirasi dan dinamika sosial politik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, Megawati sungguh memperhatikan harapan masyarakat Jakarta untuk mendapatkan pemimpin yang dapat membawa kesejahteraan warga dengan senantiasa menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan warga DKI Jakarta.

Sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, DKI Jakarta harus menjadi etalase Republik di mata dunia internasional. "Oleh karenanya tidak boleh ada kemiskinan yang harus diderita oleh warga DKI Jakarta namun tetap terjaga stabilitas sosial dan politiknya," ujarnya.

Achmad menambahkan berdasarkan hal itu, maka diperlukan pemimpin yang berjiwa gotong royong dan mengayomi semua lapisan masyarakat, terutama kaum marhaen yang nasibnya harus diselamatkan dan disejahterakan.

Tag : Pilkada DKI 2017
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top