Promosi Batik, Pedagang Pekalongan Jualan di Mangga Dua Square

Pemerintah Kota Pekalongan menjalin kerja sama pemasaran dengan TM Mangga Dua Square guna pengembangan batik Pekalongan.
Newswire | 21 Agustus 2016 21:16 WIB
Ilustrasi Batik Pekalongan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Pekalongan menjalin kerja sama pemasaran dengan TM Mangga Dua Square guna pengembangan batik Pekalongan.   

Wali Kota Pekalongan H. Achmad alf Arslan Djunaid mengatakan, melalui kerja sama pemasaran dengan TM Mangga Dua Square yang tergabung dengan Agung Podomoro Group bisa menggairahkan batik nasional.

"Kehadiran para pengusaha batik dari Pekalongan ini dapat menggairahkan  batik kita, terutama agar bisa diserap pasar khususnya yang di wilayah Jakarta Utara ini," katanya.

Sebelumnya, pengelola TM Mangga Dua Square mengundang para pengusaha batik di daerah untuk bergabung dan mengembangkan usaha bersama di berbagai TM Agung Podomoro.

Pengelola Mangga Dua Square telah melakukan beberapa kunjungan ke berbagai pusat batik di daerah,  salah satunya ke Pekalongan.

"Tidak mudah mengumpulkan pedagang daerah yang terbiasa dengan comfort zone, masuk ke Jakarta, tapi kami bisa meyakinkan mereka," kata GM Advertising & Promotion TM Mangga Dua Square Shindiwaty Mastra.

Dia menjelaskan,  hingga kini sebanyak 50 pedagang batik Pekalongan telah bergabung mengisi unit-unit yang telah disiapkan yang jumlahnya mencapai 80 unit untuk tahap pertama.

Selanjutnya, total zoning batik akan ditambah mencapai 150 unit  khusus untuk pedagang Batik Nusantara.

Shindiwaty mengungkapkan, di Mangga Dua Square sudah banyak zoning yang terbentuk, karena sudah beroperasi sekitar 12 tahun dan empat tahun terakhir diambil Agung Podomoro. "Kita melakukan banyak hal improvisasi, dari marketing dan dari pengelolaan gedung. Salah satunya membentuk zoning baru," ujarnya.

Awalnya, TM Mangga Dua Square memusatkan diri pada pusat busana muslim modern, menggandeng desainer Indonesia, Itang Yunaz. Seiring berjalan waktu, merambah batik sutra dan tenun. "Sekarang zoning-nya kita ubah menjadi Pusat Busana Muslim dan  Batik Nusantara Modern," ujarnya.

Sejumlah kegiatan pun dilakukan untuk membantu pedagang dalam mempromosikan produknya, salah satunya acara mingguan bertajuk Fonday (Fashion Show on Friday) yang menampilkan koleksi busana dari para pemilik butik dan kios, seperti yang digelar pada Jumat (12/8).

Chief Marketing Officer Mangga Dua Square Mulia Budiman  optimistis akan mengulang cerita seperti Thamrin City pada 2009-2010. "Dulu memang daerahnya sepi dan salah satunya adalah batik-batik Pekalongan yang datang mengisi tempat di Thamrin City. Batik Pekalongan terkenal dengan pedagang yang rajin dan gigih, " ujarnya.

Tag : batik
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top