IBADAH HAJI: Muassasah Janjikan Karpet di Muzdalifah bagi Jamaah

Muassasah Asia Tenggara akan menyiapkan karpet di Muzdalifah untuk memfasilitasi jamaah saat melakukan mabit atau menginap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  13:26 WIB
IBADAH HAJI: Muassasah Janjikan Karpet di Muzdalifah bagi Jamaah
Suasana Tenda Jamaah Haji Indonesia pada ibadah haji 2016. - kemenag

Kabar24.com, MEKKAH - Muassasah Asia Tenggara akan menyiapkan karpet di Muzdalifah untuk memfasilitasi jamaah saat melakukan mabit atau menginap.

"Karpet ini mudah-mudahan bisa menjadi tempat istirahat jemaah haji, khususnya pada saat menunggu di Muzdalifah sebelum bertolak ke Mina setelah pertengahan malam," kata Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat, Sabtu (20/8/2016) pagi waktu Arab Saudi.

Menurut Arsyad, ini adalah kali pertama fasilitas karpet diberikan di Muzdalifah, lokasi jamaah akan mengumpulkan batu untuk melempar jumroh --tindakan simbolis membuat sifat keburukan.

"Dalam kondisi lelah setelah di Arafah, kalau ada karpet di Muzdalifah, mereka bisa duduk. Jika bisa tidur dan istirahat, saya kira juga bagus buat jamaah haji," katanya setelah rapat antara Muasasah Asia Tenggara dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Mekkah.

Kepastian penyediaan karpet disampaikan oleh Ketua Muassasah Asia Tenggara Muhammad Amin Indragiri. Muassasah adalah pemangku kepentingan haji di Arab Saudi.

Selain karpet, Muhammad Amin Indragiri juga memastikan kalau water fan sudah mulai dipasang di tenda jemaah haji Indonesia di Arafah. "Alhamdulillah, water fan sudah sampai di tenda kita dan sudah kita pasang lebih dari 1.000 unit. Insya Allah lima hari ke depan sudah selesai," ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan informasi bahwa Pemerintah Arab Saudi mengizinkan PPIH Arab Saudi untuk mendirikan kantor pelayanan di Arafah dan Mina.

"Meski dengan istilah berbeda, bagi kita tidak masalah. Yang penting diberikan tempat untuk bisa memberikan pelayanan baik saat di Arafah maupun di Mina," kata Arsyad seraya menambahkan bahwa ketiadaan tempat pelayanan akan menyulitkan upaya memfasilitasi jamaah.

Namun usulan Indonesia agar jamaah haji Indonesia tidak ada lagi yang ditempatkan di Mina Jadid --di luar Mina-- belum bisa dipenuhi.

Menurut Arsyad, Amin Indragiri beralasan bahwa setiap negara mempunyai prosentasi penempatan jamaahnya di Mina Jadid oleh karenanya, masih ada beberaa maktab jamaah haji Indonesia yang akan ditempatkan di Mina Jadid.

Terkait hal ini, lanjut Arsyad, Ketua Muassasah meminta agar para pembmbing ibadah bisa memberikan pengertian kepada jamaah haji Indonesia bahwa Mina Jadid bagian dari Mina.

"Banyak fatwa terkait itu yang dinyatakan oleh ulama besar Arab Saudi dan ini penting untuk disampaikan ke jamaah haji," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top