Ledakan Bom di Turki Berlanjut, 6 Orang Tewas

Serangan bom di Turki masih berlanjut hingga tadi malam setelah bom ketiga menghantam Bitlis, kota kecil di bagian timur Turki sehingga enam orang dilaporkan tewas dan lima lainnya terluka.
John Andhi Oktaveri | 19 Agustus 2016 13:16 WIB
Bom di Turki - telegraph.co.uk

Kabar24.com, JAKARTA - Serangan bom di Turki masih berlanjut hingga tadi malam setelah bom ketiga menghantam Bitlis, kota kecil di bagian timur Turki, sehingga enam orang dilaporkan tewas dan lima lainnya terluka.

Seorang pejabat yang tidak bisa disebutkan namanya menceritakan kejadian itu. Pertama, seorang petugas keamanan desa terbunuh dan seorang tentara terluka. Hal tersebut terjadi saat pasukan pemerintah bentrok dengan militan PKK di Desa Nazar.

Serangan berikutnya kemudian muncul. Kali ini terjadi ketika kendaraan militer sedang melintas. Bom meledak di pinggir jalan dekat Desa Gayda dan menewaskan lima tentara, serta melukai empat lainnya sebagaimana dikutip CNN, Jumat (19/8/2016).

Dengan demikian, serangan bom di Turki telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Sebagian besar korban luka adalah petugas keamanan, sementara 60 di antaranya berstatus sebagai warga sipil.

Ledakan bom mobil pertama terjadi di depan Kantor Polisi Van pada Rabu 17 Agustus pada pukul 23.00 waktu setempat. Tiga orang tewas, termasuk seorang petugas. Sedikitnya 73 orang terluka, 20 di antaranya adalah polisi.

Bom mobil kedua juga menyasar kantor polisi Turki, kali ini yang berada di Elazig. Ledakan terjadi kemarin pukul 8.00 waktu setempat dan menewaskan tiga petugas.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengonfirmasi bahwa korban luka akibat ledakan menembus angka 217 orang. Hingga saat ini 145 di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Meskipun tidak ada kelompok yang menyatakan diri bertanggung jawab atas serangkaian ledakan bom di dekat sungai Tigris tersebut. Pemerintah Turki menuding militan PKK sebagai pelakunya.

 

Tag : turki
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top