Ini Penyumbang Inflasi Riau yang Harus Diwaspadai

Memasuki periode semester II/2016, Pemprov Riau diminta mewaspadai sejumlah masalah yang bisa menjadi penyumbang utama inflasi daerah tersebut
Arif Gunawan | 02 Agustus 2016 15:07 WIB
Kantor Gubernur Riau - wikipedia

Kabar24.com, PEKANBARU -- Memasuki periode semester II/2016, Pemprov Riau diminta mewaspadai sejumlah masalah yang bisa menjadi penyumbang utama inflasi daerah tersebut.

Wakil Ketua TPID Riau yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Pekanbaru Ismet Inono mengatakan masalah ini harus diwaspadai oleh pemprov.

"Di antaranya yaitu rencana penyesuaian tarif dasar listrik pelanggan PLN dari daya 900 watt ke 1.300 watt yang direncanakan pada semester kedua ini," katanya kepada Bisnis, Selasa (2/8/2016).

Selain itu kata dia, fluktuasi harga bahan bakar minyak yang terus menunjukkan pelemahan.

Khusus untuk bahan pangan, pemprov harus jeli melihat kemungkinan terjadinya gagal panen akibat cuaca buruk.

Perkiraan tentang adanya badai La Nina, hingga musim kemarau tahun ini, diprediksi bisa mengakibatkan masa tanam terganggu dan hasil produksi bahan pangan ikut berkurang.

"Jadi mulai saat ini pemprov harus waspada dan bisa menyiapkan langkah antisipatif agar dampaknya tidak terlalu besar bagi inflasi di Riau," katanya.

Adapun pada semester II/2016 TPID Riau menargetkan inflasi daerah itu berada di posisi 4% plus minus 1%.

Tag : Inflasi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top