Pansus Terorisme DPR Minta Masukan Tokoh Agama

Anggota Pansus Terorisme Nasir Djamil menyatakan pihaknya terus meminta masukan dari para tokoh agama karena selama ini ada upaya mengkambinghitamkan agama sebagai penyebab hadirnya teroris di Indonesia.
John Andhi Oktaveri | 02 Juni 2016 02:40 WIB
Sejumlah polisi berjaga di sekitar tempat pemakaman saat proses autopsi jenasah terduga teroris Siyono di Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah - Antara

Kabar24.com, JAKARTA-- Anggota Pansus Terorisme Nasir Djamil menyatakan pihaknya terus meminta masukan dari para tokoh agama karena selama ini ada upaya mengkambinghitamkan agama sebagai penyebab‎ hadirnya teroris di Indonesia.

"Kita ingin lihat apa ajaran agama bisa mendorong seseorang ikut aksi terorisme," ujarnya di Gedung DPR, Rabu (1/6/2016). Menurutnya, selain mengundang para tokoh agama, Panitia Khusus (Pansus) Revisi UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme itu juga mengundang sejumlah organisasi keagamaan untuk mendapartkan masukan.

Menurutnya dalam pertemuan itu pihaknya juga ingin mendapatkan suatu keterangan apa benar ada korelasi antara ajaran agama dengan aksi-aksi terorisme. Politisi PKS itu mengakui selama ini ada upaya meng-kambinghitamkan agama sebagai penyebab‎ hadirnya teroris di Indonesia.

Organisasi masyarakat maupun lembaga agama yang diundang Pansus pada hari ini termasuk Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor, Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah. Selain itu juga ada Konferensi Wali Gereja Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khong‎hucu, Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Parasada Hindu Dharma Indonesia dan Perwakilan Umat Budha Indonesia.

Ketua Pansus Revisi UU Terorisme Muhammad Syafii mengatakan bahwa Pansus menginginkan adanya langkah khusus dalam pengawasan operasi terorisme yang difokuskan pada penanganan terorisme dan HAM.

"Ada pikiran dari fraksi-fraksi untuk perlunya dibentuk dewan pengawas untuk mengawasi program dan transparansi audit untuk operasi penanganan terorisme," ujarnya.

Tag : dpr, terorisme
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top