Rolls-Royce Kirim Delegasi Praktisi Pendidikan Indonesia ke Inggris

Rolls-Royce bersama Newton Fund dan British Council Indonesia kembali akan mengirimkan delegasi praktisi pendidikan ke Inggris.
Atiqa Hanum | 17 Mei 2016 16:35 WIB
Konferensi pers Rolls Royce - Bisnis.com/Atiqa Hanum

Kabar24.com, JAKARTA - Rolls-Royce bersama Newton Fund dan British Council Indonesia kembali akan mengirimkan delegasi praktisi pendidikan ke Inggris.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari International Learning Experience Programme sesuai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun lalu.

Presiden Direktur PT Rolls-Royce Indonesia Adrian Short mengungkapkan program yang berlangsung selama 10 hari itu telah mengirimkan kelompok pertama pada September 2015 sebanyak 10 delegasi.

Tahun ini, pihaknya akan kembali mengirimkan beberapa delegasi yang seusai dengan tujuannya yakni memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Program ini akan dilaksanakan untuk tiga tahun pertama di Ashridge Business School, Inggris.

''Kami mendesain secara khusus untuk para pemimpin bidang pendidikan dari universitas-universitas di Indonesia yang mempunyai fakultas sains dan teknologi terbaik dengan memberikan wawasan tentang bagaimana membangun dengan menggunakan berbagai prestasi dalam bidang sains dan teknologi yang sudah ada, untuk menjadi universitas kelas dunia,'' ucapnya dalam diskusi panel di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi untuk beralih dari ekonomi berbasis manufaktur tradisional menjadi manufaktur bernilai tinggi. Indonesia dapat mengambil bagian dalam rantai pasokan global, dengan melakukan investasi bagi para pemimpin pendidikan yang dapat menjalankan perannya dalam mendorong perubahan.

“Dengan 50 tahun pengalaman di pasar Indonesia, kami berkomitmen untuk melakukan investasi dan mendukung program pendidikan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan dikalangan generasi muda Indonesia,” tambahnya.

Riani Rachmawati, Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Indonesia, yang juga sebagai delegasi di kelompok pertama mengatakan dirinya mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan para ahli pendidikan tinggi global Inggris, mengenai tantangan dan mendapatkan wawasan dari universitas terkemuka di Inggris melalui studi kasus, diskusi dan kunjungan.

Salah satunya adalah Nottingham University, yang telah bekerja sama dengan Rolls-Royce di bidang riset teknologi manufaktur sejak tahun 1999.

''Kami belajar hal-hal yang tidak diajarkan universitas-universitas di Indonesia. Dan ini menjadi tantangan tersendiri untuk me-review kurikulum kita hingga metode yang dipakai sehingga universitas dapat mencetak lulusan yang luar biasa yang bisa menjadi pemimpin bertalenta,'' ujarnya.

Kelompok pertama terdiri dari 10 delegasi yang juga termasuk dekan dan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top