Asian Agri Gencarkan Program Desa Bebas Api di Riau

Sejumlah perkebunan kelapa sawit anak usaha Asian Agri Group mengaku, saat ini sedang gencar melakukan fire free village program (FFVP) atau program desa bebas api di wilayah Riau, demi menekan kebakaran lahan dan hutan tahun ini.
Martin Sihombing | 14 Maret 2016 16:29 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -  Sejumlah perkebunan kelapa sawit anak usaha Asian Agri Group mengaku, saat ini sedang gencar melakukan fire free village program (FFVP) atau program desa bebas api di wilayah Riau, demi menekan kebakaran lahan dan hutan tahun ini.

"Seperti kita ketahui, saat ini puncak musim hujan di Provinsi Riau. Tapi, ini merupakan saat yang tepat bagi kita untuk melakukan sosialisasi FFVP sebelum masuki musim kemarau diperkirakan akhir Mei ini," papar humas Asian Agri Group, Lidya Veronica Ginting di Pekanbaru, Senin (14/3/2016).

Dia jelaskan, sejumlah anak usaha seperti PT Mitra Unggul Pusaka dan sosialisasi dilakukan di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan meliputi 5 desa setempat pada pekan lalu.

Lalu menyusul PT Inti Indosawit Subur dengan mengambil tempat di April Asian Agri Learning Institute yang berada di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan diikuti 4 desa setempat yakni Lubuk Ogung, Rantau Baru, Lalang Kabung dan Desa Delik.

Pada tanggal 7 Maret 2016, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan hutan sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

"Berbagai kegiatan yang dilakukan saat ini adalah sebagai wujud kepedulian Asian Agri dalam mendukung terciptanya 'sustainable palm oil' (kelapa sawit berkelanjutan) dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan negara," ucap dia.

Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri mengatakan, FFVP ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya menstimulasi warga masyarakat, agar mengetahui bahaya kebakaran lahan dan hutan (karlahut) serta berupaya untuk mencegah terjadi kebakaran.

"Kita lebih utamakan pencegahan terkait karlahut dan kami telah bentuk FFVP. Setiap desa peserta yang mampu menjaga desanya bebas dari api, maka berkesempatan dapatkan penghargaan sebesar Rp100 juta dalam bentuk peningkatkan prasarana/fasilitas umum desa itu," katanya.

Menteri Koordinator Politik dan Hukum Luhut Binsar Panjaitan akhir pekan lalu menyatakan, program desa bebas api bisa diadopsi di daerah-daerah lain untuk mencegah kebakaran hutan, agar wilayah yang selama ini terkena kebakaran lahan dan hutan bisa dihilangkan.

"Desa bebas api ini, apabila digulirkan terus menerus akan membantu tidak terjadinya kebakaran-kebakaran besar seperti di tahun lalu," katanya.

Menurut Luhut, saat ini pemerintah tengah mengkaji program tersebut, supaya bisa diterapkan di daerah yang tahun lalu menjadi pusat kebakaran hutan. Apalagi program desa bebas api sangat bagus untuk dikembangkan di daerah yang rawan terkena kebakaran hutan.

"Kami terus melihat dan mempelajari. Program seperti ini bagus untuk dikembangkan," jelasnya.

Seperti diketahui, sekelompok perusahaan di bidang kehutanan dan pertanian, LSM , dan mitra telah umumkan pendirian Fire-Free Alliance (FFA).

FFA dibentuk secara sukarela untuk membantu memberikan solusi terhadap karlahut di Indonesia dengan anggota pendiri seperti APRIL Group, Asian Agri, IDH, Musim Mas, Wilmar, dan PMHaze (LSM Singapura).

Sumber : ANTARA

Tag : asian agri
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top