Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pansus Minuman Beralkohol Diminta Pahami Materi

Ketua Panitia Khusus Pelarangan Minuman Beralkohol, Arwani Thomafi menginginkan pansus memahami materi secara komprehensif sehingga akan mengundang berbagai pihak untuk meminta masukan dalam menyusung Rancangan Undang-Undang Minuman Beralkohol.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 06 November 2015  |  21:06 WIB
Minuman beralkohol - Antara
Minuman beralkohol - Antara

Bisnis.com, JAKARTA --- Ketua Panitia Khusus Pelarangan Minuman Beralkohol, Arwani Thomafi menginginkan pansus memahami materi secara komprehensif sehingga akan mengundang berbagai pihak untuk meminta masukan dalam menyusung Rancangan Undang-Undang Minuman Beralkohol.

"Kami tidak ingin industri yang berbasis kerakyatan menjadi tutup namun perlu pengaturan agar menjadi kehidupan masyarakat. Kami menilai ini harus dipahami secara komprehensif," katanya di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Dia mengatakan, semangat yang dibangun dalam Pansus pelarangan Minuman Beralkohol adalah melarang dengan pengecualian sehingga kalangan industri tidak perlu khawatir akan "gulung tikar".

Menurut dia, Pansus ingin menekankan bahwa soal Minuman beralkohol lebih banyak kerugiannya namun di luar itu tetap diakomodir dalam kekhususan.

"Kami ingin menegakkan kehidupan yang tentram, aman, dan menekan angka kriminalitas namun disisi lain tradisi yang ada tetap terjaga," ujarnya.

Arwani menjelaskan hal-hal itu akan diatur melalui regulasi yang prosesnya akan terbuka lebar dalam pembahasannya. Menurut dia, pansus akan mengawali kerjanya dengan Rapat Kerja dengan pemerintah membahas agenda.

"Normatifnya setelah Rapat Pimpinan Pansus lalu rapat internal dan dilajutkan dengan Raker bersama pemerintah terkait agenda pembahasan. Setelah itu kami menunggu DIM dari pemerintah lalu membentuk Panja yang intensif membentuk pasal-pasal," katanya.

Politikus PPP itu mengatakan, Pansus akan mengundang elemen masyarakat untuk meminta masukan yang dilakukan sebelum dibentuk Panja yang membahas pasal-per pasal.

Menurut dia, Pansus akan mengundang lembaga pemerintah seperti Kemeterian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Bea Cukai, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, dan BPPOM.

"Elemen masyarakat yang kami undang antara lain YLKI, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, Walubi, tokoh masyarakat, dan ahli hukum," ujarnya.

Arwani menargetkan pada Agustus 2016, pansus sudah mendapatkan gambaran jelas dan dapat merumuskan UU Pelarangan Minuman Beralkohol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman beralkohol

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top