Kabut Asap: Permintaan Bahan Makanan di Riau Anjlok

Permintaan bahan makanan turun karena masyarakat enggan membeli bahan makanan di tengah musibah kabut asap. Turunnya permintaan bahan makanan membuat Riau mengalami deflasi 0,15% pada Oktober.
Gemal Abdel Nasser P. | 02 November 2015 13:35 WIB
Ilustrasi

Kabar24.com, PEKANBARU-- Badan Pusat Statistik Provinsi Riau mencatat permintaan bahan makanan anjlok 1,39% pada Oktober 2015 karena bencana kabut asap.

Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsyad mengatakan permintaan bahan makanan turun karena masyarakat enggan membeli bahan makanan di tengah musibah kabut asap. Turunnya permintaan bahan makanan membuat Riau mengalami deflasi 0,15% pada Oktober.

"Riau juga mengalami deflasi pada bulan sebelumnya, 0,38%. Penyebab deflasi, kali ini, masih sama. Karena faktor kabut asap," katanya, Senin (2/11/2015).

Selain bahan makanan, permintaan tiket pesawat juga mengalami penurunan, sekitar 0,3%. Karena kabut asap membuat penerbangan di Pekanbaru lumpuh.

Namun, kabut asap membuat beberapa kelompok mengalami kenaikan, yaitu tarif harga istrik, gas dan bahan bakar naik 0,47%. Kemudian, makanan jadi, minuman dan rokok naik 0,23%.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau, Viator Butarbutar, mengatakan bahwa yang merasakan dampak tersebut adalah pelaku UMKM. Mereka tidak bisa menaikkan harga di tengah menurunnya permintaan.

Viator menilai, Pemerintah Provinsi Riau belum memberi solusi nyata dalam menangani kabut asap, kebakaran hutan dan lahan sehingga membuat pengusaha rugi dan terancam gulung tikar.

“Kita tidak hanya memerlukan pernyataan soal siaga darurat kabut asap, kebakaran hutan dan lahan, diperpanjang. Kita membutuhkan solusi yang nyata agar dunia perekonomian berjalan dengan baik,” kata Viator.

Tag : riau, Kabut Asap
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top