Panasonic Young Filmmaker 2015: Siswi SMA Islam Teratai Putih Global School Jadi Juara

Siswi sekolah SMA Islam Teratai Putih Global Schools, Bekasi, Jawa Barat, terpilih sebagai pemenang Panasonic Young Filmmaker 2015.
Reni Efita | 20 Oktober 2015 21:35 WIB
Roll Film. - gradunion.cam.ac

Bisnis.com, JAKARTA --  Siswi sekolah SMA Islam Teratai Putih Global Schools, Bekasi, Jawa Barat, terpilih sebagai pemenang Panasonic Young Filmmaker 2015.

Selain pemenang utama, PT  Panasonic Gobel Indonesia juga memilih dua pemenang lainnya yang juga berkesempatan untuk menggarap film pendek bersama sineas terkemuka serta mendapatkan hadiah puluhan juta rupiah.

Ketiga siswa yang dinobatkan sebagai pemenang Panasonic Young Filmmaker 2015 adalah juara I diraih oleh  Bella Karina dengan hasil karya film Petualangan Mainan. Lalu juara II diterima Ahmad Farhan, dengan karya film Pulang, dan juara III diperoleh  Rifqi Thoriq dengan karya film The Phantom Guilt.

Ketiga pemenang tersebut dipilih melalui proses yang sangat ketat. Dari hasil penyaringan 10 besar dan mengikuti pelatihan  untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mengenai pembuatan film pendek.     

“Pelatihan pembuatan film pendek yang diberikan di ajang ‘Panasonic Young Filmmaker 2015’ membuka wawasan saya bahwa pembuatan film tidak begitu sulit dan tidak selalu memerlukan peralatan yang berat. Sebaliknya, pembuatan film dapat dilakukan dengan menggunakan kamera video sederhana berteknologi canggih,” kata Bella.

Melalui program “Panasonic Young Filmmaker 2015”, Panasonic menyediakan wadah bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang memiliki ketertarikan di bidang kreatif untuk mempelajari pembuatan film pendek secara lebih mendalam, termasuk di dalamnya pengenalan sejarah film, tutorial penulisan skrip film, pengenalan berbagai perangkat film, serta pengarahan teknis pembuatan film dari kelompok kecil.

 “Kami melihat potensi yang dimiliki generasi muda Indonesia dalam bidang pembuatan film sangat besar. Hal ini terbukti dari karya ke-10 finalis yang menawarkan ide ‘out of the box’ serta konsep cerita yang menarik. Namun, perlu diperhatikan bahwa komponen penilaian tidak hanya mengacu pada ide dan konsep cerita saja, tetapi juga mempertimbangkan teknik sinematografi serta proses penyuntingan atau editing. Di akhir kegiatan bootcamp, dewan juri setuju untuk memilih tiga pemenang dengan hasil karya terbaik sesuai pertimbangan dewan juri,” kata perwakilan dewan juri Nia Dinata, salah satu sutradara berprestasi Indonesia yang melahirkan film-film berkualitas yang diakui di dalam maupun luar negeri.

“Saat ini memang sudah banyak media dimana generasi muda dapat berekspresi atas bermacam-macam jenis kreativitas. Namun, melalui program Panasonic Young Filmmaker ini, kami berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung talenta-talenta baru yang bermunculan dengan ide kreatif mereka yang orisinil. Semakin banyak kegiatan seperti ini, maka bakat-bakat baru Indonesia di bidang perfilman akan semakin banyak yang bermunculan,” kata  Yuliandi Kusuma, Chief Editor Digital Camera Indonesia serta perwakilan dewan juri Panasonic Young Filmmakers 2015. 

Tag : panasonic
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top