Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wakil Ketua MPR: Presiden Jokowi Jangan "di-Bully" Habis-Habisan

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan, Presiden Joko Widodo perlu didukung dalam upayanya memperbaiki kondisi perekonomian saat ini, dan jangan "dibully" habis-habisan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2015  |  11:58 WIB
Presiden Joko Widodo - Reuters/Beawiharta
Presiden Joko Widodo - Reuters/Beawiharta

Kabar24.com, JAKARTA -- Upaya pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi nasional diharap Wakil Ketua MPR mendapat dukungan dari banyak pihak, bukan sebaliknya malah menjadi target serangan.

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan, Presiden Joko Widodo perlu didukung dalam upayanya memperbaiki kondisi perekonomian saat ini, dan jangan "dibully" habis-habisan seperti di media internet.

"Belum bergerak banyak, Presiden sudah 'dibully' habis habisan. Jangan digangguin dulu, biarkan Presiden melakukan upaya-upayanya. Kita rakyat harus memperkuat Presiden kita dengan dukungan penuh," kata Mahyudin dalam rilis Humas MPR RI yang diterima di Jakarta, Senin (28/9/2015).

Menurut Mahyudin, bila Presiden Jokowi terus diganggu maka berpotensi membingungkan dirinya serta bisa membuat negara juga menjadi tidak kuat.

Politisi Partai Golkar itu juga tidak habis pikir dengan berbagai gangguan yang dilakukan pihak-pihak tertentu kepada Presiden, padahal kepala negara dan tim ekonominya juga sedang berupaya keras dalam mengatasinya.

Mahyudin memberi contoh rakyat Singapura yang mendukung penuh rezim pemerintahan sekarang yang dilihat otoriter dengan berbagai peraturan dan sanksi yang sangat banyak dan ketat.

"Tapi rakyat mendukung pemerintah untuk terus mengantarkan rakyat Singapura sejahtera," katanya.

Dia mengakui bahwa lemahnya nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat tidak bisa dipungkiri.

Ia mengemukakan, tim ekonomi Presiden juga harus betul-betul mempelajari dan memiliki penciuman yang kuat tentang penyebab menguatnya dolar AS terhadap rupiah.

"Pelajari juga dengan baik paket-paket perekonomian Presiden," katanya.

Mahyudin berpendapat bahwa faktor pelemahan rupiah yang tidak bisa dibendung disebabkan oleh keluarnya dana asing dari Indonesia, padahal sekitar 60-70% dana investasi yang ditanamkan di Indonesia adalah dana asing.

Presiden, lanjutnya, harus melakukan langkah strategis jangka pendek dan panjang. Jangka pendek, Presiden harus berupaya mengembalikan dana asing masuk ke Indonesia, sedangkan jangka panjangnya adalah merealisasikan paket-paket perekonomian Presiden.

"Tapi, kalau rupiah sampai melemah terus, tim ekonomi Presiden harus dievaluasi," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ekonomi indonesia

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top