Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Isi Pembicaraan Menlu RI dengan Menlu Iran

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif untuk mengawali rangkaian kegiatan pada Sidang Majelis Umum (SMU) PBB di New York Amerika Serikat.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 25 September 2015  |  00:01 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi - Antara
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif untuk mengawali rangkaian kegiatan pada Sidang Majelis Umum (SMU) PBB di New York Amerika Serikat.

Dalam pertemuan pertama sejak dicapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman (5+1), Menlu RI menyampaikan sambutan baik atas ditandatanganinya Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) antara Iran dengan negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman pada tanggal 14 Juli 2015 silam.

“Kesepakatan ini merupakan capaian historis yang diharapkan dapat memperbaiki hubungan Iran dengan negara Barat dan menjadi titik awal upaya penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah,” tutur Menlu Retno seperti disampaikan dalam rilisnya kepada Bisnis pada Kamis malam (24/9/2015).

Dia juga menyampaikan pandangannya terhadap perkembangan politik dan keamanan di Timur Tengah dan menekankan pentingnya upaya dialog dan diplomasi dalam penyelesaian berbagai masalah, termasuk konflik Syria.

“Menlu Iran sepakat dengan Indonesia bahwa inclusive dialogue yang melibatkan semua pihak, baik internal maupun eksternal yang terkait dalam penyelesaian masalah Syria, bersifat penting. Menlu Iran mengharapkan Indonesia juga dapat berkontribusi dalam tercapainya rekonsiliasi nasional di Syria,” tuturnya.

Pada pertemuan ini, Menlu Retno juga membahas sejumlah isu prioritas, termasuk kerja sama perdagangan dan investasi dan kerja sama di bidang energi.

Keduanya menyepakati rencana kunjungan Menlu RI ke Tehran pada Oktober mendatang sebagai langkah awal untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara serta menjajaki pembentukan “joint business council”

“Sebagai negara sahabat, Iran mengundang Menlu RI dan pengusaha Indonesia untuk ke Tehran guna mempererat kerja sama dan memanfaatkan berbagai peluang kerja sama ekonomi yang saat ini ada di Iran,” kata Menlu Iran.   

Menlu Iran menyambut baik sejumlah inisiatif Indonesia di PBB, salah satunya terkait agenda pembangunan pasca-2015. Iran juga menyampaikan akan mempertimbangkan secara positif permintaan dukungan dari Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020.

Iran merupakan salah satu negara yang termasuk ke dalam 16 besar mitra dagang Indonesia. Selain itu, Iran merupakan mitra Indonesia dalam menjaga kepentingan bersama di forum-forum multilateral, seperti OKI, Gerakan Non-Blok dan Kelompok Negara Berkembang (Kelompok 77 dan RRT).

Dalam beberapa hari ke depan, sejumlah delegasi tingkat tinggi dari berbagai negara anggota PBB dari tingkat Kepala Negara/Pemerintahan, Paus Fransiskus sampai pejabat setingkat Menteri akan menghadiri sejumlah pertemuan di Markas Besar PBB, termasuk Peacekeeping Summit dan Debat Umum SMU PBB ke-70.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top