IDUL ADHA: Temuan Cacing Hati di Hewan Kurban Bertambah

Petugas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta kembali menemukan sapi kurban yang terserang cacing hati pada pemotongan hewan kurban hari kedua dari sejumlah tempat pemotongan hewan.
Martin Sihombing | 24 September 2015 16:53 WIB
Ilustrasi-Hewan Kurban - Antara/Saiful Bahri

Bisnis.com, YOGYAKARTA -  Petugas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta kembali menemukan sapi kurban yang terserang cacing hati pada pemotongan hewan kurban hari kedua dari sejumlah tempat pemotongan hewan.

"Jumlah temuan kasus cacing hati hingga hari kedua tercatat sebanyak 63 kasus. Jumlah tersebut baru sementara karena pemotongan hewan kurban masih akan dilakukan hingga dua hari ke depan," kata Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta Benny Nurhantoro di Yogyakarta, Kamis (24/9/2015).

Temuan kasus cacing hati tersebut berasal dari 149 lokasi pemotongan hewan kurban dengan 838 sapi, 1.278 domba dan 204 ekor kambing. Sehari sebelumnya, petugas menemukan 16 kasus cacing hati dari 341 sapi yang disembelih.

Ia berharap, temuan sapi kurban yang terinfeksi cacing hati pada tahun ini berkurang. Pada 2012, temuan cacing hati mencapai 181 kasus dari 1.420 sapi yang disembelih, 2013 tercatat 84 kasus dari 1.402 sapi, dan tahun lalu turun menjadi 81 kasus dari 1.731 sapi.

Benny mengatakan, petugas yang melakukan pemotongan hewan kurban sudah mengetahui bahwa bagian sapi yang terserang cacing hati harus diafkir dan bagian tersebut dibakar.

Oleh karena itu, lanjut dia, daging yang dibagikan ke masyarakat adalah daging yang benar-benar sehat dan laik dikonsumsi.

"Pemantauan di lokasi pemotongan hewan akan dilakukan hingga dua hari ke depan. Kami sudah bagi petugas per kecamatan, dan mereka wajib melakukan pengawasan hingga pemotongan berakhir," katanya.

Total petugas yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan di lokasi pemotongan hewan mencapai sekitar 150 orang yang terdiri dari petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta ditambah bantuan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Selain memastikan agar daging yang dibagikan ke masyarakat sehat, kami juga meminta agar panitia penyembelihan hewan kurban memperhatikan limbah yang dihasilkan sehingga tidak mencemari lingkungan," katanya.

Sumber : ANTARA

Tag : idul adha
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top