Kebakaran Hutan: Hot Spot di Jambi 198 Titik

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi menyebutkan hot spot atau titik panas di Jambi terdeteksi di 198 titik.
Newswire | 19 September 2015 03:00 WIB
Petugas pemadam kebakaran dibantu personil TNI dan Polri berusaha memadamkan lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Sabtu (5/9/2015) - Antara

Kabar24.com, JAMBI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi menyebutkan hot spot atau titik panas di Jambi terdeteksi di 198 titik.

"Berdasarkan pantauan satelit terra dan aqua, hot spot tanggal 18 September update pukul 17.00 Wib sebanyak 198 titik, dengan confidence atau tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 70-100 persen sebanyak 126 titik," kata Kepala BMKG Jambi, Nurangesti, pada Jumat (18/9/2015).

Dia menjelaskan hot spot dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran itu berada di Kabupaten Tebo 82 titik, Sarolangun 22 titik, Batanghari 14 titik, Merangin 6 titik, dan Bungo 2 titik.

Pantauan satelit NOAA 18 Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menyebutkan bahwa hot spot Jumat, update pukul 17.00 Wib terdeteksi sebanyak 98 titik yang tersebar di tujuh kabupaten di Provinsi Jambi.

Sementara jarak pandang di Kota Jambi, Jumat, hanya 200 meter disebabkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di daerah itu.

BMKG Stasiun Jambi juga menyebutkan jarak pandang Jumat pukul 07.00 Wib sempat diangka 700 meter, jarak pandang naik menjadi 800 meter pada pukul 08.00 WIB.

Namun 1 jam kemudian, jarak pandang drop menjadi hanya 500 meter. Kemudian pada pukul 10.00 WIB turun lagi jadi 300 meter. Pukul 11.00 hingga pukul 15.00 WIB jarak pandang hanya 200 meter.

Pantauan di lapangan Jumat pagi hingga siang, kabut asap terlihat tebal dan pekat. Bau asap pun tercium sangat tajam. Pengendara di kota Jambi pun terlihat menghidupkan lampu untuk menghindari kecelakaan.

Tiga hari sebelummya cuaca di Jambi terlihat membaik, bahkan jarak pandang sempat tembus 5.000 meter. Anak-anak sekolah juga kembali melakukan kegiatan belajar.

"Wah hari ini kabut asap tebal lagi, padahal 3 hari kemarin sudah mulai berkurang. Mungkin kebakaran lahan semakin bertambah," kata Hafiz, warga Kota Jambi.

Warga Kota Jambi lainnya, Ahmadi, juga terkejut melihat tebalnya kabut asap di Jambi sejak Jumat pagi. Padahal, katanya, beberapa hari lalu cuaca sudah mulai cerah.

"Kabut asap hari ini sepertinya paling parah. Tebal nian, ada kebakaran lagi mungkin. Asapnya juga pedih di mata," kata Ahmadi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi Rosmeli mengatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada diangka 145 kategori udara tidak sehat.

"Hasil pantauan alat AQMS di kantor BLHD Provinsi Jambi, Jumat, nilai ISPU 145 Kategori tidak sehat dengan konsentrasi max 395, konsentrasi min diangka 65 dan konsentrasi rata-rata diangka 240," kata Rosmeli.

Dia juga mengatakan kabut asap Jumat adalah yang paling parah sepanjang bencana kabut asap tahun ini yang melanda Provinsi Jambi sejak hampir sebulan terakhir.

"Hari ini kabut asap paling parah, tebal, baunya asapnya memang tajam tercium, sampai-sampai asap masuk rumah. Namun ISPU rendah dikarenakan kelembaban udara dan asap terus terbawa angin," katanya.

Sumber : Antara

Tag : kebakaran hutan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top