CRANE JATUH DI MASJIDIL HARAM: Suasana Mulai Normal, Proses Ibadah Jemaah Tidak Terganggu

Suasana Masjidil Haram setelah musibah crane jatuh, sudah kembali normal, bahkan jemaah seakan tidak terpengaruh oleh peristiwa yang terjadi kemarin sore itu.
Newswire | 12 September 2015 22:02 WIB
Crance ambruk di Mekah. - bbc.com

Kabar24.com, MAKKAH - Suasana Masjidil Haram setelah musibah crane jatuh, sudah kembali normal, bahkan jemaah seakan tidak terpengaruh oleh peristiwa yang terjadi kemarin sore itu.

Sejak Sabtu (12/9/2015) pagi sampai waktu shalat dzuhur, jumlah jemaah yang datang untuk beribadah di masjid terbesar di Arab Saudi itu justru semakin ramai. Bahkan halaman samping Masjidil Haram, dekat pintu Marwah, tidak jauh dari tempat crane itu terjungkal, padat oleh jemaah yang hendak menunaikan Shalat Dhuzur, meski cuaca siang itu sangat panas mencapai 40-43 derajat celcius.

Sejumlah jemaah mengaku tidak takut dan khawatir peristiwa serupa akan berulang. "Saya enggak khawatir, karena hal-hal seperti itu takdir dari Allah," kata Affandi, salah seorang jemaah calon haji Indonesia dari Riau.

Ia bahkan mengaku ketika musibah itu terjadi, ia sedang berada di Masjidil Haram. Diakuinya, hujan lebat dan angin kencang membuat jemaah masuk ke area dalam masjid tersebut.

"Setelah Shalat Ashar, saya ingin ke toilet, namun karena hujat deras dan badai saya kembali ke dalam masjid. Tiba-tiba terdengar denduman sangat keras disertai kepulan seperti asap, mungkin serpihan beton yang tertimpa," kata Affandi yang berangkat dari embarkasi Batam.

Dalam hitungan yang tidak terlalu lama, lanjut dia, aparat keamanan langsung masuk ke dalam masjid dan mengatur arus jemaah. "Saya baru tahu ada kecelakaan ketika banyak jemaah yang melintas dengan luka-luka dan baju yang penuh darah," ujarnya.

Affandi bersyukur tidak ikut menjadi korban pada peristiwa tersebut. Kendati tidak takut peristiwa itu terulang, ia mengakui tetap waspada, bahkan bertanya apakah ada imbauan dari pemerintah Indonesia terkait peristiwa di Masjidil Haram itu. "Misalnya apakah boleh tetap shalat dekat Kabah," katanya.

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Arsyad Hidayat mengimbau agar jemaah tetap berhati-hati dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.

"Kami mengimbau agar jemaah menahan diri, tidak berpergian pada cuaca buruk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Selain itu, ia kembali mengimbau agar ketika keluar pemondokan membawa dan menggunakan masker mengingat tebaran debu yang banyak di Arab Saudi. "Kami juga harap peristiwa kemarin tidak membuat jemaah haji ketakutan. Tetaplah umrah (qudum buat yang baru datang ke Makkah) dan ibadah lainnya," ujar Arsyad.

Ia juga mengatakan sejak Isya kemarin, Masjidil Haram telah kembali digunakan untuk shalat berjemaah dan Sabtu pagi jemaah yang thawaf telah kembali normal. Pemerintah Arab Saudi pun cepat tanggap melakukan evakuasi korban dan membersihkan bangunan yang runtuh akibat alat berat jatuh.

Meskipun diakuinya, pada saat kejadian crane jatuh tersebut, akses masuk ke Masjidil Haram sempat ditutup. Namun kini sudah normal kembali.

Sumber : Antara

Tag : Ibadah Haji
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top