CRANE JATUH DI MASJIDIL HARAM: 4 Jenazah Korban Belum Dikenali

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arsyad Hidayat, mengakui ada empat jenazah korban musibah crane ambruk di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, belum dikenali.
Newswire | 12 September 2015 21:14 WIB
Crane ambruk di Mekah menimpa jemaah yang sedang melakukan ibadah Haji. - theguardian.com

Kabar24.com, MAKKAH - Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arsyad Hidayat, mengakui ada empat jenazah korban musibah crane ambruk di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, belum dikenali.

"Ada empat orang (jenazah) sudah dikirim ke Muashim atau pemulasaran mayat. Tapi kami tidak bisa masuk," katanya kepada tim Media Center Haji di Makkah, Arab Saudi, Sabtu (12/9/2015).

Bahkan tim dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M yang datang ke Muashim, kata dia, diarahkan ke investigasi pidana dan polisi, sehingga sulit mengetahui apakah ada jemaah Indonesia lainnya yang meninggal akibat musibah crane ambruk itu.

"Sampai saat ini kami belum dapat COD (sertifikat kematian) dari yang berwenang," katanya menanggapi kemungkinan ada tambahan jemaah Indonesia yang meninggal akibat musibah tersebut menyusul keterangan instansi di Tanah Air yang menyebutkan ada enam jemaah Indonesia yang meninggal.

PPIH tetap merilis hanya dua jemaah yang meninggal dari musibah di Masjidil Haram, Jumat Sore (11/9) yaitu Iti Rasti Darmini dari kelompok terbang (kloter) 023, Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 023) dan Masnauli Sijuadil Hasibuan dari kloter 009 Embarkasi Medan (MES 009).

"Prinsipnya kami tetap berpegang pada dokumen resmi," ujar Arsyad. Meskipun, diakuinya, pihaknya sudah menghubungi ketua-ketua kloter agar memperhatikan jemaahnya yang tidak ada.

Badal

Pada kesempatan itu Arsyad juga mengatakan jemaah yang wafat pada musibah tersebut akan dibadalkan, sehingga dianggap telah menunaikan ibadah haji. "Bagi korban yang wafat akan dimakamkan di Syaraya, masih di Makkah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sektor 8 Syamsuir di Mekkah, Sabtu, juga mengatakan ada jamaah di sektornya yang tidak kembali ke pemondokan Nomor 801, sejak peristiwa di Masjidil Haram itu terjadi.

"Kata teman sekamarnya, ia bersama tersangka korban pergi bersama ke Masjidil Haram, namun temannya itu ingin shalat dekat Kabah meski saat itu hujan lebat dan angin kencang. Sejak itu tidak pernah kembali," katanya tanpa mau menyebut jamaah yang kemungkinan yang jadi korban tersebut.

Sumber : Antara

Tag : Ibadah Haji
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top