Kunjungan Wisman ke Sulut Terkerek 107,45% pada Juli 2015

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing tergenjot hingga 107,45% menjadi 2.089 pada Juli 2015 dibandingkan Juni 2015 (month-to-month).
Amanda Kusumawardhani | 02 September 2015 17:35 WIB
Taman Laut Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara - Ilustrasi/en.wikipedia.org

Bisnis.com, MANADO--Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing tergenjot hingga 107,45% menjadi 2.089 pada Juli 2015 dibandingkan Juni 2015 (month-to-month).

Kepala BPS Sulut Faizal Anwar mengatakan lonjakan kunjungan wisatawan asing (wisman) pada Juli tahun ini merupakan yang tertinggi setelah Februari lalu. Jika dibandingkan dengan Juli 2014, jumlah wisman ke Sulut tumbuh 26,45%.

“Secara garis besar, turis dari China mendominasi kunjungan di Sulut sekitar 45,81% dari total wisman. Setelah itu baru diikuti dengan Belanda, Amerika Serikat, Jerman, dan Singapura,” katanya di Manado, seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (2/9).

Menurutnya, kenaikan drastis jumlah wisman ke Sulut disebabkan oleh banyaknya promo-promo wisata yang dilakukan oleh pelaku bisnis agen perjalanan, festival adat, dan adanya penerbangan internasional langsung dari Manado.

Seperti diketahui, maskapai berbiaya murah PT Citilink Indonesia telah melakukan penerbangan charter dari Manado ke beberapa kota di China. Bahkan, anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk. tersebut berencana menambah rute baru penerbangan charter dari Manado ke empat kota di China pada tahun depan.

“Memang dampaknya cukup terasa karena beberapa pelaku agen perjalanan dan penerbangan yang memfokuskan segmen pasarnya ke China,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Sulut telah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan pengusaha swasta China terkait pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Bitung senilai Rp35 triliun.

“Secara langsung, pemprov Sulut sudah membuka peluang investasi dengan China dan berimbas dengan bertambahnya jumlah kunjungan wisman ke Sulut,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sektor pariwisata merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Sulut. Mengingat besarnya kontribusi pariwisata, pemprov Sulut bersama dengan PT Angkasa Pura I berinisiatif menggenjot kunjungan wisman mencapai 1 juta orang pada 2025.

Untuk mencapai target tersebut, Bandara Sam Ratulangi harus memiliki 14 penerbangan internasional harian, penambahan kapasitas bandara menjadi 5 mppa, dan 10.000 kamar hotel.

Tag : sulut
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top