Kabut Asap Makin Pekat, Penjual Masker Musiman Menjamur di Pekanbaru

Penjual masker musiman yang berdagang di pinggiran jalan menjamur di Kota Pekanbaru seiring semakin pekatnya kabut asap di daerah tersebut.
Newswire | 02 September 2015 14:53 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Riau membagikan masker pelindung pernapasan kepada pengguna jalan raya di Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (2/9). - Antara/Rony Muharman

Kabar24.com, PEKANBARU- Penjual masker musiman yang berdagang di pinggiran jalan menjamur di Kota Pekanbaru seiring semakin pekatnya kabut asap yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan pantauan di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Soebrantas, Arifin Achmad, Tuanku Tambusai dan Soedirman pada Rabu (2/9/2015) tampak penjual masker musiman rapi berjejer di pinggiran jalan. Bahkan dari pantauan setiap 1 kilometer ditemukan penjual masker musiman tersebut.

Salah seorang penjual masker di Jalan Soebrantas, Rio, 35, mengatakan dirinya mulai menjual masker sejak sepekan terakhir.

"Tapi baru dua hari ini penjualan laku banyak," katanya.

Ia menjelaskan masker yang dijual seharga Rp5.000 hingga Rp30.000. Sementara itu Rio yang telah menjual masker sejak pemerintahan mantan presiden SBY itu mengaku dalam sehari dirinya mampu memperoleh penghasilan hingga Rp120 ribu.

Hal yang sama juga disampaikan pedagang lainnya, Fikri yang mengaku barang dagangannya laku keras dalam dua hari terakhir ketika kabut asap terus memburuk.

Berbeda dengan penjual masker musiman, sejumlah apotek di Pekanbaru mengaku permintaan masker tidak ada kenaikan signifikan.

"Hal tersebut dikarenakan bahwa masyarakat cenderung memilih masker yang bisa dipakai berkali-kali dibandingkan hanya sekali pakai," kata salah seorang Apoteker di kawasan Sudirman Pekanbaru, Rita.

Sementara itu, dari pantauan Antara di kawasan Panam sejumlah sekolah dasar tampak diliburkan.

Empat Kabupaten dan Kota di Riau saat ini diselimuti kabut asap tebal dengan jarak pandang berkisar antara 400 meter hingga 800 meter pada Rabu pagi.

"Pelalawan merupakan daerah dengan visibilty terburuk yakni 400 meter, selanjutnya Pekanbaru 500 meter, Dumai 700 meter dan Rengat Indragiri Hulu 800 meter," kata Kepala Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru.

Ia menjelaskan berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua pada Rabu pukul 07.00 WIB, terdapat 134 titik panas yang tersebar di 11 kabupaten dan kota se Riau.

Dari 134 titik panas, 98 diantaranya dipastikan merupakan titik api dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

Pelalawan merupakan penyumbang titik api terbanyak dengan 36 titik api, selanjutnya Indragiri Hilir dengan 24 titik api, Indragiri Hulu 16 titik api, Kampar dan Kuantan Singingi masing-masing sembilan titik api.

Sumber : Antara

Tag : Kabut Asap
Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top