IMF Minta Pemerintah Indonesia Fokus Sumber Daya Manusia

International Monetary Fund (IMF) menyatakan banyaknya penduduk di Indonesia dapat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional dan bahkan berguna untuk memainkan peran utama dalam ekonomi global.
Yanita Petriella | 02 September 2015 02:10 WIB
Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF)

Bisnis.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) menyatakan banyaknya penduduk di Indonesia dapat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan berguna untuk memainkan peran utama dalam ekonomi global.

Managing Director IMF Christine Lagarde mengatakan Indonesia diyakini sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedelapan di dunia, di mana menguasai lebih dari setengah angkatan kerja di Asean.

Dengan penciptaan peluang investasi dan perdagangan yang lebih besar, Indonesia diyakini akan mendapatkan keuntungan besar untuk bisa tumbuh paling cepat di dunia.

Indonesia diharapkan tak lagi mengandalkan sumber daya alam sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi dan beralih mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimilikinya.

Pasalnya, jumlah tenaga muda produktif di Indonesia cukup melimpah, di mana pada 2030 diperkirakan jumlahnya mencapai 180 juta orang atau 70% dari total populasi penduduk.

"Bayangkan bila Garuda, burung yang menjadi lambang negara Anda, bisa mendorong Anda untuk melebarkan sayap untuk meraih kesempatan yang dunia tawarkan. 180 juta penduduk usia muda akan mendominasi Indonesia, itu adalah aset," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Dengan populasi yang besar itu, Indonesia bisa menciptakan kelas masyarakat baru sebagai pangsa pasar yang potensial.

Saat ini, lanjut Lagarde, bukan waktunya perekonomian Indonesia berdasarkan komoditas lagi. Indonesia merupakan salah satu negara beruntung yang bisa memiliki banyak populasi usia produktif di saat negara lain mengalami penurunan pertumbuhan penduduk.

Dengan adanya hal ini, penduduk usia produktif Indonesia akan menguasai setengah dari jumlah golongan usia tersebut di Asia Tenggara.

"Ada 1,5 miliar konsumen global yang akan memasuki golongan kelas menengah. Terserah Anda mau memanfaatkan peluang itu atau tidak. Hal tersebut akan menciptakan pasar baru, dan sekarang saatnya Indonesia memanfaatkan hal tersebut dengan perindustrian dan jasa-jasa yang memanfaatkan human capital," katanya.

Untuk menciptakan generasi produktif yang berkualitas, dia menyarankan hal pertama yang perlu dilakukan oleh Indonesia yakni mengurangi angka pengangguran usia muda.

Di balik bonus demografi tersebut, tingkat pengangguran di Indonesia justru menjadi momok bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Sampai hari ini, jumlah pemuda yang menganggur di Indonesia lebih dari 20% dari total angkatan kerja.

Pada saat yang sama, sekalipun tingkat kemiskinan berkurang setengah, namun ketimpangan pendapatan meningkat pesat selama satu dekade terakhir. Menurutnya, bakat masyarakat muda akan tergali apabila lapangan pekerjaan bagi generasi muda tersedia banyak di Indonesia.

"Angka pengangguran usia muda secara global adalah 20% atau lebih tinggi dari rerata angka pengangguran biasa. Memang tidak mudah untuk mengatasi ini, tapi hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut agar bakat-bakat muda bisa tersalurkan," ucapnya.

Lagarde menambahkan dibutuhkan peran penting dari seluruh pemangku kepentingan negara, khususnya pemerintah harus menumbuhkan gairah persaingan di bidang manufaktur, pertanian, dan jasa lainnya.

Tag : , sdm, imf
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top