Bali dan Hainan Jadi Provinsi Kembar

Provinsi Hainan China dan Bali sepakat menjalin kerja sama bidang pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur sebagai sister province yang diharapkan dapat membawa kemajuan positif bagi kedua provinsi.
Feri Kristianto | 02 Agustus 2015 12:50 WIB
Gubernur Bali dan Sekretaris Partai Komunis China bertukar cinderamata - Bisnis/Feri Kristianto

Kabar24.com, DENPASAR--Provinsi Hainan China dan Bali sepakat menjalin kerja sama bidang pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur sebagai sister province yang diharapkan dapat membawa kemajuan positif bagi kedua provinsi.

Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding‎ (MoU) yang ditandatangani oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Sekretaris Komite Partai Komunis China Luo Baoming di Denpasar.

Pastika mengharapkan dari kerja sama ini, Bali bisa belajar banyak kepada Hainan yang memiliki sistem pertanian teknologi canggih, tetapi tetap ramah lingkungan.

Menurutnya, Hainan merupakan salah satu provinsi yang direncanakan dengan baik karena memiliki master plan pembangunan hingga 2020. Hal tersebut berdampak terhadap perekonomian daerah itu yang pendapatan per kapitanya 5 kali lipat dibandingkan dengan pendapatan per kapita Bali.

"Peningkatan ekonomi warga Hainan diharapkan akan membawa imbas berupa banyaknya wisatawan ke Bali yang tentunya dapat mendatangkan peningkatan dari sektor pariwisata Bali," tuturnya, Sabtu (1/8/2015).

Sementara itu, Luo Baoming mengharapkan dari kerja sama ini dapat direalisasikan penerbangan langsung Hainan-Bali dan sebaliknya agar dapat menekan biaya perjalanan turis China ke Pulau Dewata.

Dengan demikian, jumlah kunjungan wisman Hainan ke Bali meningkat dan membawa efek positif sektor pariwisata.

Luo menuturkan warga Hainan sangat antusias berwisata ke Bali. Salah satu alasannya, meski memiliki persamaan alam berupa pantai, tetapi Hainan tidak memiliki budaya seunik Bali.

Warga Hainan juga semakin mengetahui informasi tentang Bali, setelah reporter media cetak, televisi dan internet di daerah itu memberitakan hasil kunjungan ke Pula‎u Dewata.

Dalam kesempatan itu Luo mengungkapkan adanya sekolah Hainan atau Hainan School yang berlokasi di Renon dan telah menampung 380 siswa miskin tingkat TK dan SD.

Namun, sekolah yang didirikan warga Indonesia keturunan China sejak 10 tahun‎ lalu ini memiliki fasilitas minim. Karena itu, lanjutnya, Pemerintah China menyerahkan bantuan sekitar Rp200 juta untuk pengembangan fasilitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top