Rumah Belajar Targetkan Pesertanya Jadi Wirausaha Muda

Rumah Belajar Samsung (RBS) ditargetkan tidak hanya mempersiapkan peserta didiknya terserap di dunia kerja, namun juga menyiapkan pesertanya menjadi wirausaha muda.
Azizah Nur Alfi | 02 Juni 2015 06:19 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA– Rumah Belajar Samsung (RBS) ditargetkan tidak hanya mempersiapkan peserta didiknya terserap di dunia kerja, namun juga menyiapkan pesertanya menjadi wirausaha muda.

Salah satu peserta RBS Cikarang Deri Rian Suhara kini telah menjadi wirausaha muda di bidang service AC. Deri menceritakan dirinya sempat hampir saja putus asa soal masa depannya. Lulus dari Madrasah Aliyah pada 2004, dirinya bekerja di pabrik otomotif. Hingga pada 2012, kontrak kerjanya berakhir setelah 8 tahun bekerja. Selanjutnya, dia harus rela bekerja di bengkel Air Conditioner (AC) dengan upah tidak lebih dari Rp1,5 juta setiap bulannya.

Ilmu yang diperolehnya selama mengenyam pendidikan ternyata tidak cukup ampuh untuk bersaing dalam dunia kerja. Dia menyadari minimnya ketrampilan yang dimiliki, sehingga harus rela mendapatkan upah yang jauh dari standar UMK yang berlaku. Sementara untuk kursus elektronik harus merogoh kocek lebih dalam. Hingga pada suatu hari, kesempatan mengikuti kelas Home Appliances yang diselenggarakan Rumah Belajar Samsung (RBS), mampu mengubah nasibnya.

Deri menceritakan selama enam bulan mengikuti kelas Home Appliances RBS di Cikarang. Dia mendapatkan teori sekaligus praktek ke konsumen tentang peralatan elektronik rumah tangga, khususnya AC. Merasa cukup atas pengetahuan tentang per-AC-an, selepas lulus RBS Cikarang pada 2014, Deri mendirikan jasa perbaikan AC dengan nama Anugrah Coolindo. Perusahaan yang dirintisnya ini telah memiliki konsumse dari sejumlah perusahaan, seperti tiga perusahaan besar, klinik, dan perkantoran. Dengan omset rata-rata lebih dari Rp15 juta setiap bulannya.

“Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dapat mendirikan usaha sendiri. Lepas dari RBS Cikarang, sebenarnya sudah ada perusahaan yang siap menerima. Tapi saya pikir lebih baik membuka usaha sendiri. Sekaligus untuk memberi lapangan kerja bagi teman yang lain,” ceritanya berbagi kisah di sela-sela peresmian Rumah Belajar Samsung Banjarmasin.

Vice President Corporate Business and Corporate Affairs PT Samsung Electronics Indonesia KangHyun Lee menuturkan program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran usia produktif dari kalangan terdidik. Data BPS 2015 mencatat terdapat 99.953 pengangguran di Kalimantan Selatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wirausaha

Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top