Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KEK Bitung Dijanjikan Bakal Rendah Emisi Karbon

Kendati ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Kota Bitung berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada 2020 sehingga perlu ada penataan sejak awal.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 11 Mei 2015  |  21:33 WIB
Pelabuhan Bitung calon kawasan ekonomi khusus
Pelabuhan Bitung calon kawasan ekonomi khusus

Bisnis.com MANADO – Kendati ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Kota Bitung berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada 2020 sehingga perlu ada penataan sejak awal.

Kota Bitung merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang akan mendapatkan penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk Low Carbon Model Town (LCMT)  tahun 2015. Untuk itu, konsultas asal Swiss, South Pole Group menggelar Kick Off Meeting pada Senin (11/5) di Kantor Walikota Bitung.

Peneliti Madya Bidang Pembangunan yang juga anggota tim penyusun proposal LCMT Kota Bitung Jacoba Roeroe mengungkapkan pertemuan dengan konsultan itu sebagai penentu kerjasama dengan APEC ke depan.

“Rencana kerja proyek Bitung sebagai kota rendah karbon yakni tata guna lahan, sistem transportasi, sistem energi, lingkungan, dan pengelolaan wilayah,” katanya seperti dikutip dari situs humas Kota Bitung, Senin (11/5).

Dia mengungkapkan setelah Bitung ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus maka akan ada perubahan energi sehingga hal ini perlu ditata dari sekarang. Pasalnya, dia menilai urbanisasi menyebabkan beban kota terus meningkat, khususnya dalam hal penyediaan energi dan emisi gas rumah kaca.

Sementara itu, Walikota Bitung Hanny Sondakh mengungkapkan Pemkot Bitung telah melaksanakan persiapan LCMT melalui sejumlah pertemuan bersama Direktorat Jendeal enerbi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Jika ke depan ada perubahan syarat perijinan pembangunan guna menjaga lingkungan kota supaya tidak mengandung emisi berlebihan yang akan merusak kondisi hutan maka masyarakat harus saling menopang,” katanya.

Rencananya, konsultan asal Swiss itu juga akan mengadakan pertemuan lanjutan bersama Badan KEK Bitung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada, Selasa (12/5).

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kek
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top