Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumsel Krisis Tenaga Pengawas Perusahaan

Pemprov Sumatra Selatan mengaku kekurangan tenaga pengawas perusahaan sehingga kurang efektif mengawasi kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 April 2015  |  17:09 WIB
Pemprov Sumatra Selatan mengaku kekurangan tenaga pengawas perusahaan sehingga kurang efektif mengawasi kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja. - JIBI
Pemprov Sumatra Selatan mengaku kekurangan tenaga pengawas perusahaan sehingga kurang efektif mengawasi kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja. - JIBI

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pemprov Sumatra Selatan mengaku kekurangan tenaga pengawas perusahaan sehingga kurang efektif mengawasi kepatuhan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja Sumsel Gunarisman mengatakan, bahkan ada daerah yang tidak memiliki pengawas di provinsi itu.

"Seperti Kota Pagaralam dan Kabupaten Ogan Ilir. Kedua daerah itu belum punya pengawas perusahaan," katanya kepada Bisnis, Rabu (29/4).

Dia mengatakan saat ini jumlah pengawas hanya sebanyak 57 orang di mana 1 pengawas memegang 5 perusahaan.

Sementara total perusahaan di provinsi itu mencapai 400 perusahaan skala besar, 1.300 skala menengah dan 5.000 perusahaan skala kecil.

"Dari situ jelas masih kurang tetapi memang menjadi tenaga pengawas harus mengikuti persyaratan dahulu," ujarnya.

Menurutnya, selama ini pengawas seringkali menemukan perusahaan yang tidak patuh, terutama dalam bidang normatif seperti upah.

Dia mengatakan perusahaan yang tidak patuh itu biasanya merupakan usaha skala kecil.

"Kalau ada yang tidak patuh akan kami bina dahulu tetapi jika memang ada yang nakal tidak memenuhi kewajibannya bisa dibawa ke persidangan," katanya.




Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel tenaga pengawas
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top