Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Tersangka Militan Al Qeada Ditangkap Di Italia

Polisi Italia menangkap 10 orang tersangka dan tengah mencari 8 orang lainnya yang dicurigai sebagai anggota al Qaeda pada Jumat (24/4/2015) waktu setempat di wilayah utara Bergamo.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 25 April 2015  |  11:44 WIB
Presiden Turki Abdullah Gul (ki-3), Perdana Menteri Tayyip Erdogan (ka) dan sejumlah pejabat bertemu di Istana Presiden di Ankara 11 Juni 2014. Turki memperingatkan pada Rabu pihaknya akan membalas jika ada 80 warga negaranya, termasuk tentara pasukan khusus, diplomat dan anak-anak, yang ditahan kelompok sempalan al Qaeda di Irak utara itu mengalami celaka.  - reuters
Presiden Turki Abdullah Gul (ki-3), Perdana Menteri Tayyip Erdogan (ka) dan sejumlah pejabat bertemu di Istana Presiden di Ankara 11 Juni 2014. Turki memperingatkan pada Rabu pihaknya akan membalas jika ada 80 warga negaranya, termasuk tentara pasukan khusus, diplomat dan anak-anak, yang ditahan kelompok sempalan al Qaeda di Irak utara itu mengalami celaka. - reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Polisi Italia menangkap 10 orang tersangka dan tengah mencari 8 orang lainnya yang dicurigai sebagai anggota al Qaeda pada Jumat (24/4/2015) waktu setempat di wilayah utara Bergamo.

Grup militan tersebut dicurigasi terlibat dalam rancangan serangan di Pakistan, Afganistan dan termasuk Vatikan. Dalam video yang dirilis polisi setempat, para tersangka disergap di rumah pemimpin spiritual mereka dalam razia pagi yang dilakukan polisi setempat. Para tersangka tersebut adalah warga negara Afganistan dan Pakistan.

“Meski 18 tersangka ini umumnya merancang serangan terhadap negara asal mereka, sadapan telfon mengungkapkan bahwa Vatikan adalah juga target mereka,” ungkap Moura Mura, Kepala Kejaksanaan Cagliari.

Menurutnya, pihak kepolisian punya indikasi kuat keterlibatan kelompok tersebut dalam rancangan serangan terhadap Vatikan tahun 2010 lalu dan tetap beroperasi dengan rencana tersebut hingga saat ini.

Mura mengatakan ada indikasi kuat rencana serangan bunuh diri di keramaian. Kepolisian Italia selama bertahun-tahun waspada terhadap kemungkinan terjadinya serangan di halaman Basilika St. Petrus dan meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut.

Mario Carta, Kepala Unit Polisi dalam kasus tersebut menambahkan bahwa dalam sadapan percakapan terungkap adanya rencana jihad akbar. Menurutnya, kelompok tersebut menggunakan kata ‘baba’ yang merujuk pada paus.

“Kami tidak punya bukti, tetapi kami punya kecurigaan kuat bahwa Bapa Suci kemungkinan adalah target mereka,” katanya.

Italia, seperti juga negara Eropa lainnya, dibayangi kekuatiran serangan teroris selama bertahun-tahun. Kota-kota Eropa pada umumnya kuatir terhadap adanya kaum militan yang sehari-hari tampak sebagai warga biasa dengan aktivitas rutin yang tak mencurigakan.

Kepolisian Italia terus mewaspadai anggota teroris yang kemungkinan bersembunyi di antara ribuan pendatang yang memasuki Eropa setiap pekan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme

Sumber : Reuters

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top