Turis China Komplain "Dipaksa" Belanja di Bali

Wisatawan dari China mengungkapkan keluhan ketika berada di Pulau Dewata ia justru ditawari wisata belanja oleh pemandu wisata dan protes dengan kegiatan Falun Gong.
Feri Kristianto | 02 April 2015 14:28 WIB
Turis China berpose di Ubud - jingdaily.com

Kabar24.com, DENPASAR--Wisatawan dari China mengungkapkan keluhan ketika berada di Pulau Dewata ia justru ditawari wisata belanja oleh pemandu wisata dan protes dengan kegiatan Falun Gong.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan ketidaksukaan turis China atas dua hal itu diketahui ketika dirinya mengunjungi Provinsi Hainan dan Yunan, China.

Menurutnya, perwakilan wisatawan meminta agar dua hal tersebut dijauhkan ketika berlibur di Pulau Dewata.

"Alasannya, pertama karena barang mereka lebih bagus dan murah, sedangkan Falun Gong mereka sangat terganggu ketika di sini," jelasnya, Kamis (2/4/2015).

‎Adapun hal yang sangat disukai wisatawan China ketika di Bali adalah pantai dan wisata spa, karena di negaranya dua hal itu tidak ada.

Selain itu, wisatawan China khususnya Hainan dan Yunan meminta agar ada penerbangan langsung ke Bali tanpa harus transit di kota lain.

Masalah minimnya pemandu wisata yang memiliki kemampuan Bahasa Mandarin sangat baik juga mendapat perhatian dari wisman China.

Namun, pada dasarnya mereka memahami jika peraturan di Bali tidak mengizinkan dapat membawa pemandu wisata dari negaranya sendiri.

Pastika mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak maskapai agar permintaan direct flight ke dua provinsi dapat terlayani kendati akan susah direalisasikan dalam waktu dekat karena kapasitas Bandara Internasional Ngurah Rai terbatas.

L‎ebih lanjut dijelaskan jika Hainan dan Yunan berpotensi mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar ke Bali.

Diakuinya, saat ini wisatawan asal China memang belum dapat dikategorikan sebagai wisatawan berkualitas, tetapi seiring bertumbuhnya perekonomian negara itu ke depannya akan menjadi turis berkualitas.‎

Apalagi, Bali kini dipercaya oleh negara itu sebagai salah satu destinasi utama dan dibuktikan dengan mendirikan Konjen.

Jumlah wisman ke Bali pada Februari 2015 mencapai 338.991 orang, naik 22,91% dibandingkan dengan bulan sama tahun lalu.

Menurut kebangsaan, wisman yang paling banyak datang ke Bali pada saat itu berasal dari China, Australia, Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan dengan persentase masing-masing sebesar 27,71%, 21,04%, 6,69%, 4,26%, dan 3,95%. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top