Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KISRUH GOLKAR: Konflik Beringin Makin Komplikatif. Bareskrim Polri Bakal Jadi Pemenang?

Konflik Golkar kian berada dalam putaran yang komplikatif. Meski Majelis Partai sudah bersidang, diikuti penetapan pemerintah soal kubu mana yang dianggap sah, konflik di tubuh beringin bukannya mereda malah semakin kusut.
Saeno & Dika Irawan
Saeno & Dika Irawan - Bisnis.com 22 Maret 2015  |  13:43 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Konflik Golkar kian berada dalam putaran yang komplikatif. Meski Majelis Partai sudah bersidang, diikuti penetapan pemerintah soal kubu mana yang dianggap sah, konflik di tubuh beringin bukannya mereda malah semakin kusut.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa rekonsiliasi, yang kini lebih populer dengan islah, bisa segera terjadi di parpol yang besar di era Orde Baru itu.

Kalau pun ada tanda bahwa dua pucuk pimpinan yang berseteru, yakni Agung Laksono dan Aburizal Bakrie, mulai bertemu, publik baru mengetahui bahwa pertemuan itu terjadi di acara resepsi sebuah ulang tahun. Sementara, keduanya belum "rujuk" dan "menikah kembali" sebagai du pucuk pimpinan Partai Golkar yang berada pada posisi setara.

Sementara itu, kubu Ical yang kini berada di bawah angin, terus melakukan upaya untuk membalikkan keadaan. Salah satunya dengan mengadukan ke Bareskrim Polri ihwal pemalsuan surat yang dilakukan kubu Agung Laksono.

Terkait itu, selain memanggil sejumlah saksi, Badan Reserse Kriminal Polri juga akan memeriksa barang bukti terkait laporan adanya pemalsuan surat mandat Partai Golkar kubu Agung ke laboratorium forensik.

"Kita lagi cari alat bukti, kita periksa laboratorium Puslabfor untuk buktikan bahwa pemalsuan itu ada," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/3/2015).

Bareskrim, kata Budi Waseso alias Buwas akan menelusuri salah satunya pemalsuan tandatangan untuk Musyawarah Nasional. "Harus diperiksa siapa yang menandatangani," katanya.

Selain itu, dia mengaku dalam menangani kasus ini yang sarat dengan politik pihaknya berhati-hati untuk tidak sembarangan menetapkan seseorang sebagai  tersangka. Menurut dia, dalam menangani kasus laporan Golkar akan mengumpulkan bukti, saksi dan keterangan lain.

Beberapa waktu lalu, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan penyidik tim khusus laporan Golkar kubu Aburizal telah bertolak ke berbagai daerah menyelidiki saksi terkait pemalsuan surat mandat untuk Munas Ancol.

Pengurus Golkar kubu Aburizal melaporkan dugaan pemalsuan surat mandat oleh kubu Agung untuk Munas Ancol.

Kubu Aburizal mengklaim surat mandat Ancol dipalsukan lantaran ditemukan pemalsuan tandatangan, stempel hingga kop surat.

Kini, setelah sejumlah langkah politik untuk mendamaikan beringin masih belum menunjukkan hasil, hasil kerja Bareskrim Polri akan menjadi perhatianbanyak pihak.

Jika temuan Bareskrim Polri itu kemudian menjadi pegangan semua pihak, terlepas apakah tudingan adanya pemalsuan surat mandat terbukti atau sebaliknya, maka inilah sejarah baru: ketika kisruh poltik parpol bisa diselesaikan oleh Bareskrim Polri.

Lantas, siapa pun yang diuntungkan dengan hasil akhir temuan bukti di Puslabfor Polri, maka inilah masa di mana Bareskrim Polri berhasil muncul sebagai pemenang atas konflik yang terjadi di Indonesia.

Kita tunggu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim polri kisruh Golkar
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top