Netanyahu: Tidak Ada Negara Palestina Selama Saya Berkuasa

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencari simpati publik dengan mengatakan bahwa negara Palestina tidak akan berdiri selama dia berkuasa.
John Andhi Oktaveri | 17 Maret 2015 10:40 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA--Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencari simpati publik dengan mengatakan bahwa Negara Palestina tidak akan berdiri selama dia berkuasa.

Hal tersebut disampaikannya semalam menjelang pemilihan umum di negara itu hari ini.

Pernyataan itu dikeluarkan Netanyahu untuk menarik simpati kalangan pemilih beraliran politik keras.

Jajak pendapat masih memperlihatkan bahwa sebagian pemilih belum menentukan sikapnya dan para pengamat memperkirakan pemilu kali ini merupakan yang terketat selama ini.

Partai Likud pimpinan Netanyahu, berdasarkan jajak pendapat terakhir, berada di belakang aliansi oposisi Persatuan Zionis.

Salah seorang pemimpin aliansi tersebut, Yitzhak Herzog, mengatakan dia akan mempersatukan Israel setelah masa perpecahan yang panjang.

Dia berjanji akan menghidupkan kembali upaya perdamaian dengan Palestina selain memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat dan memperkecil jurang di antara masyarakat yang kaya dan miskin.

Dalam wawancara video dengan situs NRG NEWS, Netanyahu mengatakan bahwa memberikan wilayah pendudukan kepada Palestina jelas akan menjadi jalan bagi ekstremis Islam untuk menyerang Israel.

Ketika ditanya apakah hal tersebut berarti Negara Palestina tidak akan terbentuk jika dia terpilih, Netanyahu menjawab: "Benar" sebagaimana dikutip BBC.co.uk, Selasa (17/3/2015).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, israel

Sumber : bbc.co.uk
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top