JANDA MUDA DIBUNUH: Terungkap, Seseorang Menemani Tari Arizona Makan Malam

Penyelidik Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menemukan fakta baru di balik pembunuhan Tari Arizona, yang tewas mengenaskan, Rabu, 11 Maret 2015.
Newswire | 17 Maret 2015 08:53 WIB
Ilustrasii pembunuhan - thailandlaw.org

Kabar24.com, JAKARTA - Penyelidik Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menemukan fakta baru di balik pembunuhan Tari Arizona, yang tewas mengenaskan, Rabu, 11 Maret 2015.

Menurut penyelidik, kondisi pintu di kediaman Tari tidak ada kerusakan.

"Saya belum bisa ungkap, apakah Tari yang membukakan pintu atau tidak. Masih didalami," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak, Andi Yul Lapawesean.

Berdasarkan hasil olah TKP menunjukkan Tari tampak menikmati makan malam bersama seseorang menjelang kematiannya. Polisi memasukkan sisa-sisa makan malam itu dimasukkan ke plastik putih untuk barang bukti.

Korban, kata sebuah sumber, sebelum kematiannya sempat makan malam sambil menonton televisi. Adapun menunya yakni dua bungkus nasi, sebungkus martabak telur, dan tiga bungkus es teh. Bukti-bukti tersebut, kini telah diolah di Laboratorium Forensik Polda Kalbar.

Walau demikian, tim investigasi Kepolisian belum dapat langsung menyimpulkan bahwa orang yang bersama Tari adalah pembunuh pegawai negeri sipil di Pengadilan Tinggi Pontianak itu.

Andi menyatakan pihaknya harus berhati-hati menyimpulkan kasus ini.

Polresta Kota Pontianak masih terus mengembangkan kasus pembunuhan Tari Arizona. Tidak adanya saksi mata menyebabkan aparat Kepolisian memperkuat informasi di tempat kejadian perkara. Sebelumnya, polisi menemukan jejak sepatu yang diyakini sebagai milik pembunuh Tari.

"Jejak sepatu itu yang kami cocokkan dengan milik seorang teman dekat korban," kata Andi Yul.

Saat olah tempat kejadian perkara yang kembali digelar Sabtu pagi hingga tengah hari lalu, polisi menggunakan sepasang sepatu biru sebagai pembanding untuk diendus anjing pelacak.

Sebuah tapak sepatu pria berukuran 39-40 juga menjadi acuan dan telah diolah tim forensik Polda Kalbar. "Identitas pemilik jejak belum bisa diungkap. Hingga saat ini beberapa perkembangan sudah ditemukan. Kami juga telah memaparkan di hadapan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum," ujar Andi.

Polisi pun sudah mengantongi identitas pria yang tampak dalam rekaman CCTV kantor Pengadilan Tinggi Pontianak beberapa jam sebelum Tari terbunuh. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System Polda Kalbar juga tampak mengambil sidik jari pada pegangan pintu di bagian dalam dan luar rumah.

"Kami masih mengolah lebih lanjut dari alat bukti berupa lakban dan balok kayu. Senjata tajam yang digunakan pembunuh juga masih dicari," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Hary Sudwidjanto.

Dari olah TKP, penyidik membawa barang yang diduga terkait kematian Tari.

Dari kediaman Tari, polisi membawa kantong plastik putih berisi beberapa benda. Dalam olah TKP tersebut, hadir anggota keluarga korban, yakni Randa, sepupu korban; Jaka Suryana, paman korban; dan Muhammad Taufik, ayah korban. "Saya mendoakan Kepolisian segera mendapatkan pembunuh anak saya," ujar Taufik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan

Sumber : Tempo.co
Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top