KOTA BATU, Tren Kebakaran Meningkat

Tren kasus kebakaran di Kota Batu, Jawa Timur, dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 13 Maret 2015  |  17:00 WIB
KOTA BATU, Tren Kebakaran Meningkat
Kebakaran. - Bisnis.com

Kabar24.com, BATU - Tren kasus kebakaran di Kota Batu, Jawa Timur, dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Batu Santoso Wardoyo mengatakan pada 2011 terjadi 14 kasus kebakaran. Jumlahnya meningkat menjadi 22 kasus pada 2012 dan 23 kasus pada 2013. Sementara itu pada 2014 mencapai 25 kasus.

"Kendati kasus bertambah dalam kurun 4 tahun terakhir namun peristiwa kebakaran tergolong berskala kecil. Adapun pada 2015 terhitung mulai Januari hingga Maret sudah terdapat 9 kasus kebakaran,"  ujar Santoso, Jumat (13/3/2015).

Dia mengatakan kebakaran yang menimpa rumah warga disebabkan oleh kebocoran gas elpiji serta hubungan pendek arus listrik karena penggunaan instalasi gas dan listrik tidak standar. “Termasuk karena pemasangan instalasi gas dan listrik itu dilakukan bukan oleh ahlinya."

Menurutnya, kurangnya kepedulian dan kewaspadaan masyarakat disinyalir menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran kendati berlangsung di musim penghujan.

Menjelang pergantian musim dari penghujan ke kemarau, pihaknya berharap masyarakat Batu lebih waspada karena kasus kebakaran lebih mudah terjadi saat musim kemarau.

UPT PMK Kota Batu juga melatih para kader Siaga Bencana Kota Batu cara menjinakkan api, sehingga bisa melakukan penanganan awal saat tejadi kebakaran sebelum petugas PMK datang ke lokasi kejadian.

Materi pelatihan yang diberikan bersifat dasar seperti cara pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dengan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar).

Kepala Seksi (Kasi) Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Achmad Choirur Rochim, mengatakan selain kebakaran warga juga diimbau untuk waspada terhadap bencana banjir,  longsor,  angin kencang dan angin puting beliung.

“Topografi Kota Batu yang terdiri dari lembah, bukit dan menjadi daerah aliran sungai Brantas menjadikan Batu sebagai daerah rawan bencana alam khususnya tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan banjir.” []

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran, kota batu

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top