Tarif Pesawat dan Tiket Kereta Api Seret Inflasi Kota Malang

Tarif pesawat dan kereta api (KA) menjadi dua dari sejumlah pemicu inflasi Kota Malang pada Januari 2015 yang mencapai 0,04%.
Choirul Anam | 02 Februari 2015 17:23 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Kabar24.com, MALANG—Tarif pesawat dan kereta api (KA)  menjadi dua dari sejumlah pemicu inflasi Kota Malang pada Januari 2015 yang mencapai 0,04%.

Kepala Badan Statistik Kota Malang M. Sarjan mengatakan selain tarif pesawat dan KA, 10 komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2015, yakni daging ayam ras, telur ayam ras, sewa rumah, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga, rokok kretek, rokok kretek filter, dan wortel.

“Sedangkan sepuluh komoditas terbesar yang mengalami penurunan harga pada Januari 2015 adalah premium, cabai merah, angkutan dalam kota, semen, tongkol pindang, telepon seluler, bayam, tauge, solar, dan tarif kendaraan travel,” kata Sarjan di Malang, Senin (2/1/2015).

Dari 8 kota indeks harga konsumen (IHK) di Jawa Timur, tercatat 3 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,41% dengan IHK 118,.29 , diikuti Banyuwangi sebesar 0,08% dengan IHK sebesar 111,04, dan Kota Malang sebesar 0,04% dengan IHK sebesar 119,21.

Sedangkan yang mengalami deflasi adalah Sumenep sebesar -0,27% dengan IHK sebesar 116,98, Jember sebesar -0,24% dengan IHK sebesar 117,24, Kota Probolinggo -0,20 % dengan IHK sebesar 118,48, Kota Kediri -0,19 % dengan IHK sebesar 118,73 dan Kota Madiun sebesar -0,05 % dengan IHK sebesar 116,77.

Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2015 sebesar 0,04% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2015 terhadap Januari 2014 ) sebesar 7,37%.

Inflasi Januari 2015 bisa ditekan , kata dia, dipicu oleh beberapa faktor a.l dampak langsung penurunan bahan bakar minyak bersubsidi sejak tanggal 12 Januari 2015 yaitu premium menjadi Rp6.700 dan solar menjadi R.6.400 sehingga pada penurunan tarif angkutan dalam kota dan travel.

Adanya penurunan bahan bakar minyak subsidi, juga kebijakan pemerintah menurunkan harga semen cukup membuat inflasi terkendali.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/ sumbangan inflasi pada Januari 2015, yakni kelompok bahan makanan 0,0346%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0902%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,1723%; kelompok sandang 0,0339%, kelompok kesehatan 0,0219% , kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0126%; dan kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan -0,3225%.

Kelompok bahan makanan pada Januari 2015 mengalami inflasi 0,18% atau terjadi kenaikan angka indeks dari 124.52 pada Desember 2014 menjadi 124,75 pada Januari 2015.

Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan pada Januari 2015 mengalami inflasi -1,53% atau terjadi kenaikan angka indeks dari 137.15 pada Desember 2014 menjadi 135,05 pada Januari 2015.

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 1 sub kelompok mengalami inflasi, 2 sub kelompok mengalami deflasi dan 1 sub kelompok tidak mengalami perubahan angka indeks.

Yang mengalami inflasi adalah sub kelompok Sarana dan Penunjang transportasi sebesar 0,50 %, sedangkan yang mengalami deflasi adalah subkelompok transport sebesar 2.06 %, dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,43%.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Inflasi, kota malang, inflasi Kota Malang

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top