Hindari Perang Suku Bunga Antarbank

Pada tahun lalu likuiditas di industri perbankan sempat seret karena terjadinya perang suku bunga antarbank, di mana masing-masing lembaga keuangan itu memberikan suku bunga irasional dan jor-joran.
Redaksi | 02 Februari 2015 10:30 WIB
Bank diminta hindari perang duku bunga. -

Saya merespons apa yang dikemukakan oleh Dirut PT Bank Tabungan Negara Tbk. Maryono soal likuiditas perbankan 2014. Pada tahun lalu likuiditas di industri perbankan sempat seret karena terjadinya perang suku bunga antarbank, di mana masing-masing lembaga keuangan itu memberikan suku bunga irasional dan jor-joran.

Secara pribadi saya menilai ketatnya persaingan antarbank untuk merebut hati nasabah merupakan implementasi semakin membaiknya sektor keuangan dan moneter. Ini berarti perekonomian kita pada 2015 akan memberikan harapan dan prospek yang baik juga.

Namun, ada satu poin pernyataan Dirut Bank BTN tersebut, yakni di tengah ketatnya persaingan industri perbankan maka lembaga yang amat vital diperlukan yang berkompeten dengan likuiditas di industri perbankan yang kian ketat dan kompetitif yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipimpin oleh Muliaman Hadad.

Secara pribadi saya juga berpendapat, persaingan antarbank dalam merebut pangsa pasar sah-sah saja. Setiap bank tentunya memiliki hak otoritas untuk memberikan jenis
hadiah sebagai stimulus baik berupa mobil atau tiket wisata ke mancanegara. Namun, perlu diingat, hadiah rumah tapak atau RSS jauh lebih baik ketimbang hadiah piknik ke Singapura.

Pengirim
Valery Setiawan
Kempung Melayu, Jakarta Timur

BACA JUGA:

WRITING CONTEST: Pilih Artikel Kesehatan Favorit Anda di Sini

 

Sumber : Bisnis Indonesia edisi 2/2/2015

Tag : bank, Suku Bunga
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top