Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARLAH KE-89 NU, Wapres JK Siap Hadir, Sejumlah Menteri Tandatangani MoU

Hari LAHIR ke-89 NU yang jatuh hari ini, Sabtu (31/1/2015), diperingati secara sederhana di halaman kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 31 Januari 2015  |  12:30 WIB
Wapres Jusuf Kalla.  - jusufkalla.info
Wapres Jusuf Kalla. - jusufkalla.info

Bisnis.com, JAKARTA - Hari lahir (harlah) ke-89 NU yang jatuh hari ini, Sabtu (31/1/2015), diperingati secara sederhana di halaman kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla dijadwalkan datang pada acara tahunan ini.

“Berdasarkan kunjungan kami ke Kantor Wakil Presiden, beliau [Jusuf Kalla] yakin akan hadir. Pak JK bilang Insyaallah. Sekitar pukul 19.30 WIB beliau tiba di lokasi acara,” terang Ketua Panitia Harlah ke-89 NU, H Abdul Manan A Ghani.

Perhelatan ini sekaligus menjadi ajang peluncuran perdana Muktamar ke-33 NU yang rencananya berlangsung pada 1-5 Agustus 2015 mendatang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Prosesi peluncuran secara resmi dilakukan Wakil Presiden dengan ditandai pemukulan beduk.

Selain memberi kata sambutan, Mustasyar PBNU itu dijadwalkan akan menandatangani “Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama” yang menjadi simbol bagi puluhan perguruan tinggi NU yang berdiri selama periode kepengurusan PBNU kali ini.

Sebelum acara puncak pada malam nanti, di tempat yang sama pihak panitia menggelar istighotsah dan khataman al-Qur’an dari pagi hingga siang nanti. Sejumlah persiapan telah rampung, baik dari segi keamanan maupun sarana prasarana.

Panitia telah menyebar sekitar 400 undangan, antara lain kepada para kiai NU, para pejabat tinggi negara, perwakilan ormas Islam, gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, dan utusan dari lintas agama.

Menteri yang akan hadir di antaranya Menteri Sosial, Menteri Agama; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; serta Dirut Perum Perhutani. PBNU akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga tinggi negara tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nahdlatul ulama Wapres JK

Sumber : NU.OR.ID

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top