Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RUMAH REHABILITASI: Pembangunan di Bali Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Pembangunan rumah rehabilitasi oleh Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Provinsi Bali direncanakan selesai tahun ini.
Natalia Indah Kartikaningrum
Natalia Indah Kartikaningrum - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  19:31 WIB
Pemakai narkoba terjaring razia. Pembangunan rumah rehabilitasi di Bali ditargetkan selesai tahun ini - JIBI
Pemakai narkoba terjaring razia. Pembangunan rumah rehabilitasi di Bali ditargetkan selesai tahun ini - JIBI

Kabar24.com, DENPASAR--Pembangunan rumah rehabilitasi oleh Kementerian Hukum dan HAM  Kantor Wilayah Provinsi Bali direncanakan selesai tahun ini.

I Gusti Kompiang Adnyana, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali mengungkapkan pembangunan rumah rehabilitasi atau rumah tahanan di Bangli bagi narapidana kasus narkoba saat ini hampir selesai.

"Saat ini pembangunan rumah rehabilitasi bagi napi narkoba itu tidak ada kendala. Kami hanya menunggu peralatan dapur dari Jakarta dan masih mencari sumber air bersih karena disana mencari air bersih itu sangat sulit," jelasnya di Denpasar, Senin (26/1/2015).

Kompiang menambahkan bahwa saat ini kapasitas lapas Kerobokan sudah tidak memenuhi standar lagi dan sudah melebihi kapasitas hunian.

"Harusnya kapasitas LP Kerobokan itu hanya sekitar 500 orang. Namun saat ini penghuni LP kerobokan sekitar 900 orang, dan mayoritas penghuni LP kerobokan terkait kasus narkoba," paparnya.

Tempat rehabilitasi yang di Bangli ini berkapasitas 300 orang. Jika tempatnya sudah siap, secara otomatis bagi napi kasus narkoba sebagian akan dipindahkan secara bertahap.

"Selain itu, selama ini sumber daya manusia di lapas Kerobokan juga dirasa masih kurang. Hanya 13 orang untuk mengawasi 900 orang,  untuk itu diperlukan ada penambahan SDM lagi," tukasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panti rehabilitasi
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top