KULON PROGO Wacanakan Pembangunan SPBG

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewacanakan menyiapkan stasiun energi, yakni LNG dengan memanfaatkan Pelabuhan Tanjung Adikarto setelah beroperasi.
Redaksi | 10 Januari 2015 14:50 WIB
SPBG. - Bisnis.com

Kabar24.com, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewacanakan menyiapkan stasiun energi, yakni LNG dengan memanfaatkan Pelabuhan Tanjung Adikarto setelah beroperasi.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan Pelabuhan Tanjung Adikarto sangat disayangkan kalau hanya untuk mendaratkan ikan.

"Harapan kami, pelabuhan ini tidak sekadar untuk pendaratan ikan, tetapi kalau DIY dan Jawa Tengah belum memiliki 'power plant', apakah tidak lebih bagus, perairan di wilayah DIY ini untuk mendatangkan gas di Kulon Progo, dan power plant dibangun di Kulon Progo sehingga pelabuhan Tanjung Adikarto ini tidak hanya digunakan untuk pendaratan ikan," katanya di Kulon Progo, Sabtu (10/1/2015).

Hal ini, katanya, sudah disampaikan ke Kementerian Keluatan dan Perikanan supaya penyelesaikan pelabuhan dapat segera dilaksanakan. "Pemkab Kulon Progo sangat berharap, Pelabuhan Tanjung Adikarto segera beroperasi, dan ada investor 'power plant' yang akan membangun perusahaan di Kulon Progo," katanya.

Dia mengatakan power plant dibutuhkan seiring pertumbuhan industri di Kulon Progo seperti pabrik pasir besi, dan berbagai pabrik besar di Kawasan Industri Sentolo. Ke depan, power plant dibutuhkan untuk kebutuhan listrik di bandara.

"Power plant sangat penting. Kami menyediakan lahan 50 hektare untuk berbagai pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Adikarto," katanya.

Dia mengatakan pada awal hingga akhir 2015, Pemda DIY melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan pengerukan alur pelayaran pelabuhan. "Kami optimistis, akhir 2015, kapal-kapal besar bisa masuk Pelabuhan Tanjung Adikarto. Harapannya, muncul industri-industri besar di sektor perikanan dan tentunya 'power plant'," kata Hasto.

Sampai saat ini, anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto mencapai Rp400 miliar, yang berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

"Namun, sampai saat ini, pelabuhan baru selesai 80%. Apabila, perpanjangan pemecah ombak dan pengerukan alur pelayaran selesai dikerjakan, maka pelabuhan dapat berfungsi," katanya.

Sumber : Antara

Tag : gas
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top